Innalillahi, 12 Orang Meninggal Akibat Gempa Lombok Kemarin

Senin, 20 Agustus 2018 – 14:05 WIB
Bangunan masjid di Desa Lading-lading Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang roboh akibat gempa bumi. Foto: YouTube

jpnn.com, LOMBOK - Gempa beruntun yang menimpa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (19/8) kembali menelan korban jiwa dan kerusakan. Dilaporkan sebanyak 12 orang korban meninggal dunia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melaporkan, gempa dengan kekuatan 6,9 SR (bukan 7 SR, telah diralat BMKG), yang mengguncang Lombok dan sekitarnya pada (19/8) pukul 19.56 WIB menimbulkan guncangan keras di Lombok Timur dan Lombok Utara dengan intensitas VI-VII MMI (kuat).

BACA JUGA: Gempa di Lombok, ASDP Kembali Layani Kayangan-Pototano

Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Senin (20/8) pukul 10.45 WIB, tercatat 10 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak (7 rusak berat, 5 rusak sedang, 139 rusak ringan) dan 6 unit fasilitas ibadah.

"Ini adalah data sementara karena pendataan masih berlangsung. Kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat," ucap Sutopo.

BACA JUGA: Fahri Mohon Jokowi Segera Ambil Keputusan Besar untuk Lombok

Dari 10 orang meninggal dunia akibat gempa 6,9 SR berasal dari Kabupaten Lombok Timur 4 orang, Sumbawa Besar 5 orang, dan Sumbawa Barat 1morang. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, ESDM, dan relawan masih melakukan evakuasi.

Sutopo menerangkan, saat kejadian gempa masyarakat banyak yang berada di luar rumah dan di pengungsian, sehingga tidak menimbulkan banyak korban jiwa.

BACA JUGA: Gempa Lagi 7 SR, Warga Lombok Timur Diminta Jauhi Perbukitan

"Korban meninggal sebagian karena tertimpa bangunan roboh dan sebagian karena serangan jantung kaget menerima guncangan gempa yang keras," jelasnya.

Bantuan logistik terus disalurkan ke korban gempa di Lombok. Stok logistik mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Apalagi bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak. Adanya gempa 6,9 SR telah menyebabkan beberapa jalan mengalami rusak dan longsor.

Sementara itu, dampak gempa 6,5 SR yang mengguncang Lombok Timur pada 19/8/2018 pukul 11.06 WIB juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan. Berdasarkan pendataan hingga Minggu sore sebelum gempa 6,9 SR tercatat 2 orang meninggal dunia, 1 orang luka, 1.700 unit rumah rusak dimana 1.054 rusak berat dan 646 rusak ringan, dan 5 bangunan publik rusak.

"Tentu hal ini makin menyebabkan derita dan kesedihan mendalam masyarakat Lombok yang terus diguncang gempa yang berutun. Data di atas adalah data yang terpisah dari dampak gempa sebelumnya," tutur Sutopo.

Upaya penanganan darurat terus diintensifkan. Percepatan bantuan perbaikan rumah rusak terus dilakukan. Begitu juga perbaikan fasilitas umum seperti rumah sakit, puskesmas, dan sekolah darurat dilakukan percepatan sambil menunggu tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya.

Selain itu, gempa susulan sejak lindu 6,9 SR masih terus berlangsung. Tercatat 101 kali gempa susulan sudah berlangsung dengan 9 kali gempa dirasakan hingga Senin (20/8) pukul 11.00 WITA.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada. Jangan terpancing pada isu-isu atau berita yang menyesatkan. Saat ini masih marak hoax di Lombok dan Sumbawa.

"Di saat masyarakat Lombok dirundung duka dan derita akibat gempa beruntun, tenyata banyak pihak yang menebarkan informasi yang tidak benar dan menyesatkan," tambahnya menyesalkan.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lombok kembali Dilanda Gempa, Zaskia Tak Bisa Tidur


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler