Innalillahi, Heri Tewas Tersambar Petir Saat Buang Hajat di Dekat Rumahnya

Sabtu, 21 Maret 2020 – 01:20 WIB
Ilustrasi korban tewas tersambar petir. Foto: Prokal/JPNN

jpnn.com, MURATARA - Heri, 33, warga SP7, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, Sumsel, tewas tersambar petir di dekat rumahnya, Rabu (18/3) sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa itu berawal pada saat kejadian angin kencang disertai sambaran kilat, terjadi sejak magrib di desa korban. Korban yang saat itu diketahui pihak keluarga tengah membuang hajat di WC yang terpisah dari rumahnya.

BACA JUGA: Acungkan Senjata Api ke Polisi, Dedi Suhendar Tak Diberi Ampun, Dooor! Dooor!

Berbekal senter handphone di tangan, Heri menuju ke WC di belakang rumahnya. Setelah membuang hajat, korban hendak masuk ke dalam rumah.

“Saat itu sudah hujan lebat mas, dia pakai senter HP mau menuju rumah. Tiba-tiba ada satu kali dentuman petir menyambar,” ujar Wahyudi warga SP 7 sekaligus tetangga korban, (19/3).

BACA JUGA: Balita Tewas Dianiaya Secara Sadis, Tiga Pelaku sudah Ditangkap, Begini Kronologinya

Warga saat itu lebih banyak berdiam di dalam rumah, sehingga saat kejadian tidak ada saksi mata. Tiba tiba masyarakat Desa Sumber Makmur di kagetkan teriakan istri korban yang menenukan suaminya sudah tewas di dekat rumah.

“Memang neman kilat saat kejadian, tapi cuma satu kali suara petir yang keras. Setelah ada yang teriak mintatolong, baru warga keluar semua,” ujarnya. Saat itu jenazah korban dibtemukan dalam keadaan menghitam terbakar dari bagian tangan, kepala hingga bagian badan.

Dalam kesehariannya, Heri di kenal warga sebagai pedagang keliling. Terpisah, Kepala BPBD Muratara, Syarmidi melalui Kabid penanggulangan Bencana Zazili mengaku belum mendapati laporan mengenai kejadian itu.

“Kami belum dapat laporan itu, informasi ini akan kami konfirmasi dulu ke petugas di lapangan,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Desa SP7 M Suruli saat dikonfirmasi membenarkan jika semalam ada warganya yang meninggal akibat di sambar petir.

“Iya mas itu ada kejadiannya semalam, korbannya Heri dia baru beberapa bulan tinggal di sini. Aslinya dia warga Lubuklinggau tapi istrinya orang sini,” ungkapnya.

Kepala desa menegaskan, usai melakukan evakuasi terhadap korban, pihak keluarga langsung membawa jenazah korban ke kota Lubuklinggau untuk dimakamkan di sana.

“Sekitar pukul 24.00 WIB, keluarga korban datang meminjam mobil ambulans untuk membawa jenazah. Saya tidak melihat langsung kondisi jenazah tetapi memang benar kejadian itu ada di desa kami,” ucapnya.

BACA JUGA: Innalillahi, Mimiyanti Meninggal Dunia secara Mengenaskan, Kepalanya Pecah Dilindas Truk

“Sekitar pukul 24.00 WIB, keluarga korban datang meminjam mobil ambulan untuk membawa jenazah. Saya tidak melihat langsung kondisi jenazah tetapi memang benar kejadian itu ada di desa kami,” ucapnya.(cj13)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler