Instruksi Terbaru Megawati untuk Kader PDIP: dari Masalah Bencana sampai Mustika Rasa

Minggu, 01 November 2020 – 12:21 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan sekretaris jenderalnya, Hasto Kristiyanto. Foto: arsip JPNN.Com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memerintahkan para kadernya melek soal informasi kebencanaan di daerah masing-masing.

Presiden Kelima RI itu pun memerintahkan kader PDIP yang menjadi kepala daerah dan DPRD menggunakan aplikasi Info BMKG. 

BACA JUGA: Megawati Sebut PDIP Siap Bantu BMKG, Bagaimana Caranya? 

Melalui Info BMKG itu pula penggunanya bisa mendapatkan kabar terbaru mengenai potensi bencana di wilayah masing-masing.

Perintah dari Megawati itu menjadi salah satu kesimpulan Rapat Koordinasi Bidang Nasional (Rakorbidnas) Kebudayaan DPP PDIP, Sabtu (13/10). Rapat koordinasi itu mengangkat Gerakan Menanam Pohon Kepala Daerah PDI Perjuangan se-Indonesia.

BACA JUGA: Respons Terbaru Megawati Setelah Muncul Polemik soal Jangan Manjakan Milenial

"Ibu Megawati Soekarnoputri menginstruksikan untuk membangun kesadaran aspek meteorologi, geofisika, dan klimatologi dalam kebijakan pembangunan, baik terkait tata ruang, antisipasi bencana maupun pengendalian banjir dan tanah longsor serta gempa bumi. Lalu para kader juga diminta mengunduh aplikasi info BMKG," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat membacakan kesimpulan rakor tersebut.

Menurut Hasto, para kader PDIP wajib melaksanakan perintah Megawati tersebut. Menurutnya, salah satu aspek penentu keberhasilan kepala daerah dan legislator asal PDIP ialah perhatian terhadap lingkungan. 

BACA JUGA: Meski Difitnah, Baguna PDIP Terus Didorong Menanggulangi Covid-19

"Berpolitik bagi PDI berarti membumi, menyentuh kehidupan dan membangun harapan rakyat," ucapnya.

Selain itu, Megawati juga memerintahkan kader PDIP melaksanakan Gerakan Menanam. Menurut Hasto, gerakan tersebut juga sebagai ikhtiar merawat lingkungan.

"Gerakan Menanam bersifat wajib, skala prioritas adalah sepuluh tanaman pendamping beras, tanaman obat-obatan, serta sayur-sayuran dan buah-buahan. Gerakan Menanam adalah gerakan kebudayaan guna merawat lingkungan," kata Hasto menyampaikan instruksi Megawati.

Politikus asal Yogyakarta itu menambahkan, terdapat falsafah penting dari Gerakan Menanam. Dalam gerakan itu diajarkan tanggung jawab untuk memelihara kehidupan masa mendatang.

Hasto menuturkan, Megawati selalu mengajarkan tentang berpolitik dengan budi pekerti. "Gerakan Menanam itu mengandung falsafah juga menanam budi pekerti, menanam niat baik, menanam tanggung jawab bagi masa depan bangsa, dan juga menanam juga rasa cinta kepada tanah air melalui tanam tanaman," bebernya.

Kesimpulan lain hasil rakor tersebut ialah perintah kepada kader PDIP tentang pemisahan sampah rumah tangga dan bersih-bersih  sungai.

"Gerakan pembersihan sungai, menanam pohon di sekitar mata air sungai itu juga bersifat wajib dilakukan bagi seluruh anggota kader PDI Perjuangan," tutur Hasto.

Selanjutnya, PDIP juga memerintahkan seluruh kadernya bekerja sama dengan ahli gizi guna mendorong asupan nutrisi dan protein yang cukup bagi rakyat. Penyediaan nutrisi dan protein itu pun harus dengan harga yang terjangkau dari masyarakat. 

Oleh karena itu Hasto juga menyinggung buku Mustika Rasa. Buku peninggalan era Bung Karno itu berisi kumpulan resep Nusantara.

"Jadi ini dari buku Mustika Rasa tadi mengilhami kita," kata dalam rakor secara virtual tersebut.(ast/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler