Instrumen Investasi Rampung, BTN Siap Tampung Dana Repatriasi

Minggu, 07 Agustus 2016 – 01:29 WIB
BTN. Foto: Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sedang menunggu izin penerbitan Rekening Dana Nasabah (RDN) dari persetujuan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Menurut rencana, RDN tersebut akan didapat pada Senin (8/8) mendatang. Meski demikian, emiten berkode BBTN tersebut sudah siap menampung dana repatriasi tax amnesty.

BACA JUGA: Biaya Pandu APBS Memberatkan Pengusaha Pelayaran

"Kami sudah bank persepsi, belum itu jadi gateway menerima dana repatriasi. Kami pilih gampang terbitkan RDN menunggu persetujuan KSEI yang akan didapatkan Senin nanti," kata Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko, Kamis (4/8).

Tidak hanya itu, Iman pun menegaskan bahwa BTN bakal mendapatkan izin resmi dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk menjadi penampung dana repatriasi di hari berikutnya.

BACA JUGA: Sesuaikan Pasar, Wiko Mobile Pangkas Harga Ponsel

"Request tim IT harus cocokkan IT sistem dengan KSEI. Mudah-mudahan diakui persepsi Senin. Selasa atau Rabu jadi bank gateway, setelah dapat persetujuan Menkeu," ungkap Iman.

Di tempat yang sama, Direktur BTN Mansyur Nasution menuturkan, seluruh instrumen investasi sudah selesai. Persiapannya pun sudah dilakukan jauh-jauh hari, walaupun BTN belum ditunjuk menjadi bank persepsi.

BACA JUGA: Lihat nih, Kunjungan Pertama Menteri Archandra Tahar ke PLN

"RDN masih minggu depan. Produk kami dana repatriasi sudah mulai, seperti obligasi hingga NCD, kami sudah laksanakan lebih dulu. Jadi kami optimistis sekali ke depan bisa dapatkan tax amnesty," pungkas Mansyur.

BTN menyatakan siap menjalankan amanah sebagai salah satu bank yang menampung dana repatriasi dari kebijakan pengampunan pajak. Bahkan, BTN membidik mampu menampung dana sebesar Rp 50 triliun dari kebijakan itu. (lum/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kuartal Kedua, Ekonomi Tumbuh 5,18 Persen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler