Investasi Awal Pabrik Ponsel Samsung Capai Rp 240 Miliar

Selasa, 19 Agustus 2014 – 07:27 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Samsung Corp siap memulai pembangunan pabrik perakitan telepon seluler (ponsel) di kawasan industri Jababeka, Bekasi Jawa Barat pada akhir tahun ini. Perusahaan elektronik asal Korea Selatan itu siap menggelontorkan investasi awal sebesar USD 20 juta atau sekitar Rp 240 miliar.

"Dia step by step, tidak langsung besar, karena itu tidak mau diekspos dulu. Tapi untuk investasi awal, pembelian mesin dan peralatan perakitan itu butuh sekitar USD 20 juta. Totalnya belum bisa saya sampaikan karena mereka sudah punya roadmap untuk itu. Biar mereka sendiri yang menyampaikan," ujar Menteri Perindustrian, Muhamad S Hidayat saat dihubungi kemarin (18/8).

BACA JUGA: Pengembang Rumah Mewah Bidik Segmen Menengah ke Bawah

Untuk menunjukan keseriusannya, Samsung telah melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat di Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan. Pasalnya selain butuh dukungan dari Kemenperin, Samsung juga perlu meloby Kemenkeu agar mendapat insentif pajak atas investasi yang dikucurkan.

"Mereka sudah menemui -Dirjen (Direktur Jenderal-red) saya, dan kami sangat merekomendasikan," katanya.

BACA JUGA: Ribuan Perusahaan Pertambangan Kemplang Pajak

Pihaknya saat ini bertugas menjaga agar rencana investasi Samsung itu tetap berjalan. Sebab, kehadiran Samsung akan menjadi magnet investasi bagi Indonesia. Realisasi investasi itu akan membuat pabrikan ponsel lain tertarik ikut berinvestasi.

"Kalau perusahaan sebesar Samsung mau masuk kesini berarti Indonesia bagus. Samsung itu brand bagus, bisa menjadi benchmark investasi," terangnya.

BACA JUGA: Wamenhub : PU Harus Selesaikan Jalan

Mengenai rencana investasi Foxconn yang belum kunjung terealisasi, Hidayat enggan berkomentar. Sebab hingga saat ini belum ada kejelasan tentang kelanjutannya. Padahal sejak lama Foxconn gembor-gembor bakal investasi sebesar Rp 1 trilun di Indonesia.

"Sudah tiga tahun saya mengurusi masalah ini, saya sudah tidak mau bicarakan itu lagi lah. Bisa-bisa disalip Samsung," ketusnya.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi menambahkan rencananya pabrik tersebut akan mulai dibangun Desember tahun ini. Diharapkan tahun 2015 pabrik ponsel Samsung sudah bisa beroperasi.

"Penjajakan investasi sudah dilakukan sejak 8-9 bulan lalu, kita sudah siapkan segala aspek legalitasnya buat mereka," katanya.

Samsung saat ini sudah memiliki pabrik di Indonesia yang dibangun tahun 1991 silam. Pabrik itu memproduksi abrik ini antara lain memproduksi TV, DVD Player, VCR, home theater, microwave, oven, mesin cuci, monitor, dan AC.

Pada Juli 2014, Samsung juga membangun pabrik ponsel di Vietnam. Nilai investasinya mencapai USD 1 miliar dengan kapasitas produksi 48 juta unit per tahun.

Keputusan Samsung untuk mendirikan pabrik ponsel di Indonesia, kata Budi cukup beralasan karena besarnya permintaan pasar. Diharapkan produksi ponsel itu bisa mengurangi volume impor ponsel Samsung yang cukup besar.

"Pabrik itu untuk mensubstitusi impor ponsel mereka (Samsung) yang sekitar 800 ribu sampai satu juta unit perbulan," jelasnya. (wir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Politik Membaik, Dana Parkir di Luar Negeri Harus Balik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler