Investasi Empat Blok Migas Rp41,2 Triliun

Minggu, 31 Oktober 2010 – 00:22 WIB

JAKARTA – Pemerintah akhirnya memperpanjang empat kontrak pengelolaan blok minyak dan gas bumi (migas) yang akan habis masa berlakunyaDengan tambahan waktu itu, pemerintah memperkirakan akan masuk tambahan investasi 4,58 miliar dolar AS (sekitar Rp 41,2 triliun).

”Produksi minyak bumi yang dihasilkan selama masa perpanjangan adalah 174 juta barel dan produksi gas 1,78 triliun kaki kubik,” ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo kemarin.

Empat blok migas yang diperpanjang kontraknya adalah blok South and Central Sumatera, blok A, blok Bawean, dan blok Madura Strait.

Pada wilayah kerja itu, lanjut Evita, komitmen eksplorasi yang dilaksanakan untuk kegiatan survei seismik dan pemboran eksplorasi senilai 155 juta dolar AS

BACA JUGA: Kredit BTPN Tumbuh 58 Persen

Komitmen eksplorasi itu diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan produksi migas
“Selain itu, hal ini juga merupakan upaya-upaya untuk menemukan cadangan migas baru,” katanya.

Evita menyatakan, keempat perpanjangan kontrak tersebut dibuat dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia

BACA JUGA: Kali Ini Untung Bersih 789 M

Meski begitu, Evita mengaku penggunaan bahasa Indonesia dalam kontrak perpanjangan merupakan pertama kali
“Nanti kontrak-kontrak yang akan datang juga kita buat dalam dua bahasa,” ungkapnya.

Blok South and Central Sumatera dioperasikan Medco E&P, di mana kontrak yang existing akan berakhir pada 27 November 2013

BACA JUGA: Luncurkan Bingkisan Beruntun II

Blok A di Aceh juga dioperasikan Medco E&P Malaka, kontrak existing berakhir 31 Agustus 2011.

Blok Bawean di Laut Jawa dioperasikan Camar Resources Canada Inc yang kontraknya berakhir 6 Februari 2011Blok Madura Strait yang dioperasikan Husky Oil Madura Ltd kontraknya berakhir pada 19 Oktober 2012Rata-rata perpanjangan kontrak pengelolaan blok migas paling lama 20 tahun.

Dengan telah diperpanjangnya keempat kontrak pengelolaan blok migas tersebut, artinya masih ada dua blok migas lagi yang masih menunggu evaluasiKedua blok migas tersebut yakni kontrak West Madura Offshore Kodeco Energy Ltd yang kontraknya berakhir 2011 dan Blok Mahakam, Kalimantan Timur, yang dikelola Total EP Indonesie yang kontraknya berakhir 2017(wir/oki/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bakrieland Bangun Jalan Tembus Casablanca


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler