Investigasi Belum Selesai, Saudi Sudah Tuding Iran Pelakunya

Sabtu, 08 Juni 2019 – 18:12 WIB
Bendera Arab Saudi. Foto: alaraby.co.uk

jpnn.com - Penyelidik gabungan baru saja melaporkan temuan awal terkait kasus serangan terhadap empat kapal tanker minyak di perairan Uni Emirat Arab (UEA). Tim yang tergabung dari aparat UEA, Arab Saudi, dan Norwegia membenarkan kemungkinan bahwa ada negara yang terlibat. Namun, mereka belum menyebutkan Iran sebagai negara yang dicurigai.

Mereka menerangkan, pelaku punya kemampuan yang tinggi untuk melakukan serangan tersebut. Pasalnya, keempat kapal ditempeli peledak oleh penyelam tak lama setelah mereka menaruh jangkar. ''Serangan ini sangat terkoordinasi sehingga sulit dilakukan jika bukan agen sebuah negara.'' Demikian bunyi pernyataan resmi dari tim penyelidik, sebagaimana dilansir Agence France-Presse.

BACA JUGA: Tempe Kedelai

BACA JUGA: Iran: Tak Ada Perjanjian Nuklir Sebelum Amerika Minta Maaf

Meski begitu, perwakilan UEA, Arab Saudi, dan AS mengatakan yakin bahwa Iran berada di balik serangan itu. Iran punya motivasi yang kuat untuk mengganggu pasokan minyak secara global. Mereka mendapat sanksi oleh AS sehingga tak bisa menjual pasokan minyak secara bebas. ''Kami yakin Iran yang bertanggung jawab,'' ujar Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdallah al-Mouallimi.

BACA JUGA: Iran: Tak Ada Perjanjian Nuklir Sebelum Amerika Minta Maaf

Di sisi lain, Duta Besar Rusia untuk PBB Vladimir Safronkov berusaha membela sekutu mereka. Dia mengatakan bahwa tim penyelidik belum memperoleh bukti terkait pelaku serangan. ''Jangan langsung menyimpulkan. Tunggu sampai investigasi selesai,'' tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, empat tanker yang berlabuh di perairan dekat Pelabuhan Fujairah, UEA, menjadi korban sabotase 12 Mei lalu. Bagian lambung tiap kapal meledak. Dua di antara empat kapal berbendera Arab Saudi. Sisanya berbendera Norwegia dan UEA. (bil/c18/dos)

BACA JUGA: Gara-Gara Urusan Duniawi, Saudi Halangi Warga Qatar Naik Haji

BACA ARTIKEL LAINNYA... Komisioner HAM PBB Kecam Eksekusi Mati Massal di Arab Saudi


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler