IPO Garuda Ambil Harga Atas

Pemerintah Patok Rp 750-Rp 1.110

Kamis, 13 Januari 2011 – 02:22 WIB

JAKARTA - Belajar dari kasus go public PT Krakatau Steel Tbk, pemerintah kini lebih hati-hati melakukan penawaran saham perdana (IPO) PT Garuda IndonesiaMeski pihak penjamin emisi (underwriter) mengusulkan harga yang rendah, pemerintah berjanji akan mengambil angka tertinggi

BACA JUGA: Soal Capping, Tanyakan ke Pak Dahlan

Rencananya, harga saham perdana maskapai penerbangan pelat merah itu dipatok Rp 750-Rp 1.100 per lembar.
      
"Kita akan hargai yang tertinggi yang bisa didapat dibanding yang diusulkan underwriter," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantor Menko Perekonomian kemarin
Awalnya, Mustafa memberikan sinyalemen harga penawaran antara Rp 900-Rp 1.050 per lembar.

Mustafa menghendaki harga IPO Garuda berada di atas kisaran tersebut

BACA JUGA: AJB Bumiputera Incar Kenaikan Premi

Namun, lanjut dia, tiga penjamin emisi tidak sanggup jika harus menjual di atas itu
Karena itu, ditetapkan harga maksimal Rp 1.100 per lembar

BACA JUGA: IPO Agung Podomoro Rp 2,24 Triliun

Harga yang ditetapkan sekarang ini sudah berdasar persetujuan pemerintah sebagai pemegang saham dengan penjamin emisi"Angka itu sudah dikaji mendalam," katanya.

Dengan IPO, pemerintah berharap Garuda lebih banyak yang mengawasiApalagi, Garuda merupakan maskapai nasional flag carrier (pembawa bendera Indonesia)"Komposisinya, mudah-mudahan di atas 70 untuk domestikKalau individu mana sanggup" Ambisi boleh, tapi harus realistis," tegasnya.

Dirut Garuda Emirsyah Satar mengungkapkan kinerja perusahaan terus membaik hingga rata-rata dalam setahun jumlah yang diangkut mencapai 12 juta penumpangGaruda meraup pendapatan rata-rata USD 2 juta dan mengangkut 189 kiloton kargo"Pendapatan kita 72 persen dari airlines, jasa penerbangan nonrutin 14 persen, kargo 5 persen, dan sisanya dari divisi usaha yang lain," ungkapnya.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo berharap investor domestik diberikan porsi cukup untuk membeli saham Garuda IndonesiaAlokasi saham, aku dia, memang sepenuhnya diserahkan kepada penjamin emisi"Tapi kalau nanti sudah diberikan masukan oleh ahlinya (penjamin emisi), kalau bisa domestik diberikan porsi yang cukup," kata Agus.

Agus berharap roadshow Garuda bisa dilakukan dengan baik untuk menjelaskan kepada investor mengenai prospek perusahaan ke depanDengan begitu, banyak investor yang tertarik"Kalau perlu dilakukan berulang-ulang untuk menjelaskan kepada calon investor supaya mereka betul-betul memahami Garuda termasuk prospeknya," lanjutnya.

Mantan direktur utama Bank Mandiri itu optimistis ada banyak investor dalam negeri yang berminat membeli saham GarudaSebab, kinerja Garuda terus membaik beberapa tahun terakhir"Garuda perlu melakukan roadshow menjelaskan rencana kerjanya, institusinya, dan risikonya kepada masyarakat."

Siapkan Komite Independen

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menambahkan, pihaknya siap membentuk komite independen untuk mengawasi IPO Garuda"Kemungkinan akan saya minta tim independen seperti itu juga," ujarnyaMenurut dia, pemerintah tidak ingin IPO Garuda kembali memicu kontroversi sebagaimana kasus IPO KS karena sebagian pihak menilai ada yang tidak beres, baik dalam penentuan harga maupun penjatahan saham.

Ekonom Sustainable Development Indonesia (SDI) Dradjad HWibowo mengatakan, ada dua hal utama yang harus diperhatikan pemerintah dalam IPO GarudaPertama, penentuan harga agar dilakukan dengan seoptimal mungkinMenurut Dradjad, Menteri BUMN sebagai kuasa pemegang saham dari negara jangan hanya mendengar dari underwriter, tapi juga mencari second opinion.

"Perlu dicek kredibilitas dan akurasi laporan direksi Garuda, jajaran birokrasi Kementerian BUMN, serta underwriterMenteri BUMN juga perlu menjaga jangan sampai ada oknum komisaris dan direksi BUMN yang cari untung dari IPO," paparnya.

Hal kedua yang menurut Dradjad harus diperhatikan adalah alokasi jatah saham agar transparan dan akuntabelDradjad menduga, pemesanan saham IPO Garuda ini tidak akan se-crowded pemesanan IPO KS"Tapi, transparansi dan akuntabilitas tetap harus ditegakkan," ujarnya.

Selain itu, pemerintah perlu jeli melihat timing untuk IPO karena Januari ini pasar modal Indonesia sedang diuji investor asing"Nah, jangan sampai saham Garuda dilepas saat bursa sedang terkoreksi oleh ujian dari investor asing tersebutApalagi, bursa kita terlalu mudah goyang, meski asing hanya menarik USD 150 juta," jelasnya(wir/sof/gen/owi/fal/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BJBR Rilis Obligasi dan Akuisisi BPR


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler