Iran Tawarkan Investasi Kilang

Jumat, 07 November 2014 – 09:39 WIB

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya menjalin kerjasama dengan pihak luar negeri terkait industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Kali ini, perusahaan migas asal Iran telah menyatakan kesiapannya untuk memasok minyak mentah ke kilang pengolahan BBM di Indonesia.
       
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Naryanto Wagimin mengatakan, pihaknya sedang berusaha mempersiapkan keperluan untuk tindak lanjut tawaran tersebut.

Menurutnya, beberapa hal detil haru dibahas dulu sebelum menerima tawaran tersebut. "Kami akan bahas lebih jauh dalam"working group"(tim teknis)," kata Naryanto kemarin (6/11).
       
Dia menjelaskan, berdasar laporan yang diterima, spesifikasi minyak mentah Iran sebenarnya cocok dengan kilang BBM PT Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. Bahkan, perusahaan tersebut mengaku ingin kembali melanjutkan rencana kerja sama pembangunan kilang pengolahan yang sempat terhenti.

BACA JUGA: Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Skema yang diinginkan adalah kerja sama dengan perusahaan Indonesia. Pihaknya pun siap menyediakan pasokan minyak mentah.

"Pak Menteri (Sudirman Said) cukup antusias dengan tawaran ini. Terutama, soal tawaran pembangunan kilang. Beliau menegaskan agar tawaran tersebut jangan hanya retorika. Karena itu dibentuk"working group," terangnya.
       
Terkait insentif, Naryanto mengaku hal itu akan diputuskan sebagai hasil disuksi working group. Sebab, pihaknya ingin melihat keseriusan dari perusahaan tersebut. Selama ini, beberapa perusahaan sebenarnya sudah menawarkan proyek pembangunan kilang.

BACA JUGA: Pengusaha Desak Pemerintah Segera Naikkan BBM

Tapi, belum ada langkah yang konkret. "Saya dapat info ada investor Indonesia yang mau bangun kilang. Tapi, tidak ada kemajuan," tuturnya.
       
Perusahaan dari Iran memang seringkali nyaris berinvestasi kilang di Indonesia. Pada 2007, National Iranian Oil Refining and Distribution Company (NIORDC), BUMN migas Iran, berencana membangun kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari senilai USD 6 miliar.

Bahkan, proyek tersebut telah mendapat persetujuan Kementerian ESDM dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, sampai saat ini, pembangunan kilang tersebut belum terealisasi.
       
Pada Februari 2014, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga sempat menggandeng investor Iran untuk membangun kilang.

BACA JUGA: Desak Tuntaskan Penurunan Harga Gula

Ketua Kadin Indonesia Komite Iran Fadel Muhammad mengatakan, sudah ada dua perusahaan asal Iran yang ingin membangun kilang, yakni Nakhle Barani Pardis Co dan PT Krasindo Resources Indonesia. Namun, lagi-lagi tak ada tanda-tanda kemajuan. (bil/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jatim Jadi Pilot Project Ekonomi Syariah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler