Tragedi Avanza Maut di Sidikalang

Iring-iringan 9 Mobil Jenazah Disambut Tangis Histeris

Kamis, 05 Januari 2017 – 03:00 WIB
Sembilan korban tewas dalam kecelakaan mobil toyota Avanza yang masuk kolam di Sidikalang, Sumut. Foto: metrosiantar/jpg

jpnn.com - JPNN.com – Keluarga besar sembilan korban tewas kecelakaan tunggal Toyota Avanza di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumut, masih larut dalam kesedihan

Saat menunggu ambulans yang mengusung para jenazah tiba di rumah duka, tangis mereka tiada hentinya.

BACA JUGA: MU Menyanggupi Permintaan Tujuh Pemilik Ojek

Bahkan, tangis histeris pecah di dusun itu, ketika sirene mobil ambulans yang mengantarkan 9 korban tewas sayup-sayup terdengar dari kejauhan, Selasa (3/1) pagi.

Seluruh korban tewas tersebut adalah warga Medan yang hendak pulang kampung ke Dusun Batumardinding, Desa Marbun Tonga Dolok, Kecamatan Baktiraja, Humbang Hasundutan (Humbahas).

BACA JUGA: Sedih, Status Eks Anggota KPU Ini Bikin Berkaca-kaca

Meraka berencana merayakan tahun baru di rumah pamannya yang tinggal di daerah tersebut.

Kesembilan korban merupakan keluarga Darwin Banjarnahor. Iring-iringan mobil jenazah itu pun disambut isak dan tangis histeris dari keluarga dan tetangga.

BACA JUGA: Lihat, Inilah 9 Korban Tewas Avanza Nahas di Sidikalang

Pantauan Metro Siantar (Jawa Pos Group), tangis histeris keluarga dan warga semakin histeris saat sembilan jasad korban dikeluarkan dari ambulans.

Tangisan Darwin dan keluarga tak juga reda meski sejumlah kerabat berusaha menghibur. Bahkan, tangisan Darwin malah membuat warga yang berusaha menghibur itu turut menangis.

Darwin bahkan nyaris pingsan saat jasad anggota keluarganya itu dikeluarkan secara perlahan dari mobil. Namun dia langsung dipapah kerabatnya.

“Ai Nabohado on Oppung. Tuhan, posi ma on” (apa ini, Oppung. Tuhan, ngeri kali ini),” jerit Darwin dalam tangisnya sembari berjalan ke rumah. Darwin kembali ‘roboh’, kemudian digotong lagi oleh kerabatnya.

Setelah jenazah disemayamkan di rumah duka, Darwin langsung mendekat dan memeluk jenazah itu satu per satu.

“Aha dosakku, Tuhan (Apa dosaku Tuhan)?” ujarnya sembari merangkul setiap jenazah tersebut.

Tak hanya Darwin yang pingsan, sejumlah kerabat lainnya juga turut pingsan meratapi peristiwa yang terjadi.

“Borhat ma hamu hape, tinggal ma hami, lungun nai on. Ikkon sahali lao ma hamu (Sedihnya kami rasakan, kalian pergi meninggalkan kami),” ujar anggota keluarga lainnya dalam tangisannya.

Sementara, salah seorang kerabat korban mengatakan, kesembilan korban akan dimakamkan satu liang di pemakaman keluarga mereka.

“Rencana mereka akan dimakamkan satu liang. Hanya saja, masih ada anggota keluarga lain yang masih ditunggu yang kemudian akan dirundingkan kembali,” ujar pria tersebut.

Informasi dihimpun, sebelum peristiwa maut itu, rencananya rombongan keluarga ini datang dari Medan mau ke Doloksanggul untuk pulang kampung, berhubung masih dalam suasana Tahun Baru, Senin (2/1) sekira pukul 16.15 WIB.

Namun nahas, mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Jalan Medan-Sidikalang, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sumbul, Dairi. Ya, mobil Toyota Avanza BK 1568 KM yang mereka tumpangi itu masuk kolam. Akibat kejadian, sembilan penumpang mobil yang didominasi anak-anak itu tewas.(jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mobil Kecemplung Kolam, Sembilan Orang Tewas di Tempat


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler