Istri Ferdy Sambo Masih Belum Bercerita Soal Pelecehan, Hanya Bisa Menangis

Kamis, 21 Juli 2022 – 19:18 WIB
Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo masih belum bisa menceritakan kasus pelecehan yang dialaminya. Dok Instagram Kadiv Propam Polri.

jpnn.com, JAKARTA SELATAN - Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani meminta semua pihak untuk menghentikan isu liar terkait kasus penembakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Andy, isu liar itu sangat berdampak bagi Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo yang menjadi korban pelecehan seksual dalam kasus tersebut.

BACA JUGA: 3 Makna Pelukan Fadil Imran dengan Ferdy Sambo

Dia pun meminta publik bersabar menunggu hasil investigasi tim khusus (timsus) bentukan Kapolri.

Andy menuturkan apabila kondisi psikis Putri terganggu, maka timsus akan sulit untuk melakukan pemeriksaan guna mendapatkan fakta sebenarnya.

BACA JUGA: Pesan Jokowi Jelas, Jangan Sampai Rakyat Ragu dengan Polri Gegara Kasus Irjen Ferdy Sambo

“Semua spekulasi, khususnya terkait motif, menurut kami lebih banyak menyudutkan pihak Ibu P, sehingga itu menghalangi beliau untuk bisa pulih,” kata Andy kepada wartawan, Kamis (21/7).

Andy menyebut saat ini Komnas Perempuan tengah melakukan pendalaman kasus terkait pelaporan Putri Candrawathi sebagai korban kekerasan seksual. 

BACA JUGA: CCTV di Rumah Irjen Ferdy Sambo Baru Diumumkan Polri, Jokowi Sampai Beri Penekanan

“Komnas Perempuan mengupayakan siapa saja yang melaporkan kekerasan seksual, yang pertama harus kami pastikan adalah upaya perlindungan dan pemulihannya dilakukan semua pihak,” ujar dia.

Terlepas dari kasus penembakan antaranggota Polri di rumah dinas Ferdy Sambo, Komnas Perempuan memandang kondisi Putri Candrawathi sebagai fokus utama. 

“Kalau memang dia adalah saksi dari peristiwa, tetap butuh dia pulih dulu baru bisa bercerita. Yang jadi fokus kami adalah Ibu P punya ruang untuk pemulihan,” kata dia.

Andy pun mengungkapkan bahwa Putri masih sangat terpukul atas insiden yang menimpanya.

“Ibu P masih dalam kondisi sangat syok. Saat ini Ibu P hanya menangis saja, makanya kami butuh ruang lebih untuk bisa mendampingi kasusnya,” ujar Andy.

Perempuan berkacamata ini mendorong agar spekulasi liar terkait penembakan bisa dikesampingkan, bahkan dihentikan. Sebab, isi utama yang menjadi fokus adalah perkara penembakan.

“Mari beri waktu Komnas HAM, timsus, kepolisian untuk memberikan informasi apa yang sebetulnya terjadi. Makanya kami hentikan dulu spekulasi-spekulasi tentang motif, kami kasih ruang untuk Ibu P pulih,” ujar dia lagi.

Andy memastikan Komnas Perempuan terus memonitor perkembangan kondisi Putri Candrawathi dan akan berkoordinasi dengan timsus maupun Komnas HAM bila ditemukan informasi tambahan. 

Brigadir J yang tewas setelah terlibat baku tembak dengan Bharada E di kediaman Irjen  Ferdy Sambo disebut Polri sudah berupaya melakukan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi. (cuy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masyarakat Toraja Dukung Polri Usut Kasus Adu Tembak di Rumah Ferdy Sambo


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler