Istri Nazar Dicurigai Disandera Musuh

Selasa, 06 September 2011 – 07:33 WIB

JAKARTA - Belum jelas diketahuinya posisi istri Nazaruddin menyusul penetapan Neneng Siti Nurbaeti sebagai buron Interpol, beredar kecurigaan istri mantan Bendahara Umum Partai Demokrat MNazaruddin, Neneng,  sebenarnya tengah berada dalam ancaman kelompok tertentu

BACA JUGA: Sidak, Mobil Menteri Mogok

Ancaman itu dilakukan agar Nazar bungkam atas kasus korupsi wisma atlet dan proyek Hambalang yang menjeratnya.

“Patut diduga musuh-musuh Nazaruddin menjadikan keselamatan istri dan anaknya sebagai alat tawar
Artinya, jika Nazaruddin terus melakukan perlawanan dengan membongkar kasus korupsi yang diduga melibatkan orang-orang penting di negara ini, musuh-musuh Nazaruddin itu akan menghabisinya,” kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo kepada INDOPOS (grup JPNN), kemarin.

Menurutnya, justru karena Nazaruddin tahu anak-istrinya berada dalam ancaman serius, maka Nazaruddin berulang kali memohon agar anak-istrinya tersebut tidak diganggu

BACA JUGA: Sakit, Tugas Menteri BUMN Ditangani Deputi

“Demikian seriusnya ancaman itu sehingga Nazaruddin perlu meminta presiden membantu melindungi anak istrinya,” imbuhnya.

Lebih lanjut politisi Partai Golkar ini berpendapat, kalau KPK sungguh-sungguh ingin membongkar rangkaian kasus korupsi yang diketahui Nazaruddin, KPK mestinya pro aktif merespons permintaan Nazaruddin
Perlindungan maksimal terhadap Neneng dan anaknya oleh KPK, urainya, harus dibarter dengan kesediaan Nazaruddin membongkar rangkaian korupsi yang pernah dibongkarnya

BACA JUGA: Kemenkes Masih Terima CPNS Baru



Pasalnya, kalau KPK tidak taktis menanggapi permintaan Nazaruddin itu, bukan tidak mungkin KPK sendiri berada dalam tekanan musuh-musuh Nazaruddin“Saya menilai, cara KPK dan kantor presiden menyikapi permintaan Nazaruddin itu bukan saja tidak taktis, tetapi juga anehSebab, baik KPK maupun kantor presiden seakan menolak menjadikan Nazaruddin sebagai faktor yang bisa mengungkap rangkaian kasus korupsi pada proyek wisma atlet Palembang maupun proyek Hambalang,” tuturnya.

Bambang menilai, munculnya red notice untuk Neneng, serta pernyataan kantor presiden yang menolak tawar-menawar dengan Nazaruddin tentu otomatis menghancurkan moral Nazaruddin untuk membongkar kasus korupsi yang diketahuinyaNazaruddin secara psikologis sudah dihancurkan oleh dua kenyataan tadi.

Dan kini, imbuhnya, Nazar sudah menghitung bahwa satu-satunya opsi yang tersisa adalah diam, lalu lupa, kemudian mengaku bersalah, lalu minta segera divonisDengan kesadaran penuh, dia akan melaksanakan opsi ini demi keselamatan anak-istrinya(did)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jumlah Tewas, Tiga Kali Korban Bom Bali I


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler