Istri Temukan Suami dan Anak Tergeletak Kritis di Rumah, Ada Secarik Kertas Berisi Pesan

Kamis, 08 Oktober 2020 – 23:59 WIB
TKP kejadian penemuan bapak dan anak kritis. Foto: antara

jpnn.com, KUDUS - Warga Desa Ngembal Kulon, Jawa Tengah digegerkan penemuan seorang anak dan bapak tergeletak di dalam rumah dalam kondisi kritis.

Sang bapak berinisial EG (48) ditemukan masih hidup tetapi dalam kondisi kritis, sementara anaknya IM (12) meninggal dunia saat dievakuasi.

BACA JUGA: Ahmad Bekerja dan Istri Sendirian di Rumah, Terjadilah!

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, apakah kategori bunuh diri atau pembunuhan.

"Kami belum bisa menyimpulkan kejadian tersebut apakah masuk kategori bunuh diri atau pembunuhan karena masih didalami sehingga belum bisa menyimpulkan apa-apa," kata Aditya di Kudus, Kamis.

BACA JUGA: Investor Global Kritik RUU Cipta Kerja, Bahlil: Tanya Rumput yang Bergoyang

Ani yang merupakan warga sekitar mengungkapkan yang pertama mengetahui kejadian itu ialah istri EG ketika pulang dari bepergian sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat ditemukan, IM yang merupakan anak EG ditemukan di kursi dengan posisi terlilit sarung, sementara EG ditemukan tergeletak di lantai dengan tangan kiri mengeluarkan darah.

BACA JUGA: Pemuda Gagahi Bunga Siang dan Malam Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Kepala Puskesmas Jati Kulon Kamal mengatakan, ketika tim medis dari Puskesmas Jati Kulon bersama Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau identifikasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) Polres Kudus bersama Polsek Jati untuk oleh TKP, keduanya ditemukan masih dalam keadaan hidup.

Namun, kata dia, dalam perjalanan menuju RSUD Loekmono Hadi Kudus, IM meninggal dunia.

Sementara IG yang masih hidup, kini mendapatkan perawatan di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Dalam olah TKP oleh Polres Kudus, ditemukan tali plastik menggantung di kamar anak.

Sebelum peristiwa nahas tersebut, EG diketahui beberapa kali ke Puskesmas Ngembal Kulon mengeluhkan gejala mengarah COVID-19, tetapi ketika dilakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 hasilnya nonreaktif.

Belum puas dengan hasil tersebut, EG dikabarkan melakukan tes usap tenggorokan (swab) mandiri di salah satu klinik di Kabupaten Kudus.

Saat peristiwa dugaan bunuh diri pada Kamis (8/10) pukul 17.00 WIB, istri EG sedang tidak ada di rumah sehingga hanya ada EG dan IM.

Di lokasi kejadian juga ditemukan tulisan di secarik kertas yang bertuliskan "makamkan kami dengan protokol kesehatan dengan satu liang". (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler