Isu Bankability Dinilai Hambat Proyek PLTGU Jawa 1

Kamis, 19 Januari 2017 – 18:32 WIB
Ilustrasi. Foto dok JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengakui isu bankability menghambat progres pengerjaan megaproyek PLTGU Jawa 1.

Iwan mengatakan, rencana pasokan gas untuk PLTGU Jawa 1 belum mencukupi untuk 25 tahun beroperasinya pembangkit.

BACA JUGA: Proyek PLTGU Jawa 1 Hanya Bisa Diselamatkan Pertamina?

"Pihak kreditur atau pemberi pinjaman kepada konsorsium meminta jaminan yang menyatakan bahwa proyek tersebut akan berjalan," kata Iwan.

Dalam pembahasan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/ PPA) mengerucut delapan pokok masalah yang sudah dibahas beberapa kali, di antaranya masalah bankability dan suplai gas.

BACA JUGA: Tender PLTGU Jawa 1, Konsorsium Pertamina Penuhi Syarat

"Soal bankability menjadi konsen sejak awal, karena kalau proyek tidak bankable akan sulit mendapat pendanaan. Isu bankability dan suplai gas ini menjadi isu kritis suksesnya proyek ini," kata dia.

Terpisah, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaen mengatakan, durasi pasokan gas dari PLN tidak mencukupi sepanjang umur proyek 25 tahun.

BACA JUGA: Tiga Penyebab Gagalnya PLTGU Jawa 1 Versi Komisi VII

"Komitmen pasokan gas dari PLN hanya sampai 2035. Ini sesuai amandemen Perjanjian Jual-Beli Gas (PJBG) antara PLN dengan BP Tangguh yang diteken pada 15 Maret 2016. Sedangkan umur megaproyek PLTGU Jawa 1 hingga 2045," kata Ferdinand.

Di satu sisi, berdasarkan temuan lenders, paling tidak ditemukan lebih dari 90 isu, di mana syarat dan ketentuan tidak sesuai dengan logika bisnis, best practice serta terjadinya inkonsistensi.

Ferdinand menduga, pihak manajemen PLN salah perhitungan dalam penentuan kapasitas FSRU dalam dokumen tender, mulai dari hal yang basic (mendasar).

Menurut dia, dalam tender megaproyek itu PLN menetapkan pasokan LNG untuk PLTGU Jawa 1 berasal dari Tangguh, dengan desain kapasitas kapal yang bisa diterima oleh FSRU ditentukan sebesar 125.000-155.000 m3.

Berdasarkan informasi yang beredar, kata Ferdinand, ada indikasi PLN akan meminta peserta lelang untuk memodifikasi FSRU-nya agar match dengan kondisi saat ini.

"Kalau sudah begini, siapa yang akan menanggung biaya modifikasi tersebut?" tanyanya.

Sebelumnya, manajemen PLN pernah menegaskan bahwa pihaknya akan memberi jaminan pasokan LNG untuk PLTGU Jawa 1.

Namun, apabila terjadi gangguan pasokan LNG, PLN tidak akan mengganti kerugian dalam waktu 30 hari sampai PLN mendapatkan LNG pengganti.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inikah Penyebab Proyek PLTGU I Terkatung Selama ini?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
PLN  

Terpopuler