Isu Kenaikan Harga BBM dan LPG, Menteri ESDM: Tidak Mungkin Kami Membebani Masyarakat

Sabtu, 16 April 2022 – 14:45 WIB
Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga Liquified Petroleum Gas (LPG) tiga kilogram terus berkembang di masyarakat. Ilustrasi SPBU: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga Liquified Petroleum Gas (LPG) tiga kilogram terus berkembang di masyarakat.

Menanggapi kabar itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan tidak mungkin pemerintah akan membebani masyarakat.

BACA JUGA: Konon Ada Bahaya di Balik Subsidi BBM, Begini Kata Ahli

Menurut Arifin, fokus pemerintah saat ini memastikan agar pasokan BBM dan LPG terjaga dengan baik di tengah tingginya harga komoditas energi.

Berbagai evaluasi terus dilakukan, termasuk penyaluran BBM dan LPG tepat sasaran sehingga menghasilkan efisiensi yang dapat mengurangi beban subsidi energi.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Fakta Baru dari Kasus BNI Terungkap, Hotman Paris Mengambil Langkah, Siap-Siap Bakal Diladeni

"Kami akan melakukan evaluasi, tidak mungkin kami membebankan masyarakat dengan beban yang demikian berat secara drastis," ujar Arifin dalam keterangannya, Sabtu (16/4).

Lebih lanjut, Arifin mengatakan upaya evaluasi yang dilakukan, yakni melakukan validasi data kependudukan yang ada di Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS).

BACA JUGA: Pak Jokowi Beban Masyarakat Sedang Tinggi-tingginya, Harga Pertalite Jangan Naik Ya!

PT Pertamina (Persero) juga sudah melakukan proses digitalisasi sistem pengisian BBM di SPBU. Selain itu, pengawasan langsung dan sanksi terhadap penyalahgunaan BBM subsidi.

Menurut Arifin, pemerintah terus melakukan berbagai upaya secara internal, yaitu bagaimana agar penyaluran BBM tepat sasaran sehingga terjadi efisiensi yang bisa mengurangi beban keuangan negara.

Di samping itu, masyarakat juga didorong untuk hemat energi dan membangun kesadaran untuk dapat memanfaatkan energi seefektif mungkin.

"Kemudian yang kedua, eksternal, kita juga harus bisa mengimbau OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries/organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi) untuk bisa menambah kuota produksinya," tutup Arifin. (mcr28/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Hadapan Komisi III, Irjen Iqbal Sampaikan Komitmennya soal Narkoba hingga Karhutla


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BBM   LPG   Menteri Esdm   OPEC   Harga BBM  

Terpopuler