ITAGI: Pengendalian Covid-19 Tak Bisa Mengandalkan Herd Immunity

Sabtu, 31 Oktober 2020 – 13:15 WIB
Petugas gabungan melakukan razia PSBB di Jalan Raya Cinere, Depok, beberapa waktu lalu. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki S. Hadinegoro menyebutkan, pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia tidak bisa diserahkan dengan herd immunity semata.

Dia mengatakan, protokol kesehatan di Indonesia belum diterapkan dengan baik.

BACA JUGA: Pak Doni Tak Lelah Mengingatkan Masyarakat untuk Tetap Menjalankan Protokol Kesehatan

Mengandalkan herd immunity akan menjadi bumerang, tidak tertutup kemungkinan kasus Covid-19 akan banyak.

"Kalau didiamkan dan rakyat belum disiplin menerapkan protokol kesehatan, ini masalahnya," kata Sri Rezeki dalam diskusi virtual berjudul 'Vaksin untuk Negeri', Minggu (31/10).

BACA JUGA: Puji Cara Ibu-ibu Kampanyekan Prokes, Pak Doni Singgung soal Pondok Ranggon

Menurut dia, pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia tidak bisa disamakan dengan upaya Thailand dan Taiwan.

Di dua negara tersebut, penerapan protokol kesehatan sudah baik. Dengan begitu, cara herd immunity bisa diterapkan.

BACA JUGA: Ketua Satgas Covid-19 Dapat Arahan Penting dari Pak Luhut

"Saya diskusi dengan Thailand dan Taiwan, itu bisa begitu menurunnya cepat sekali, karena mereka disiplin. Jaga jarak, itu benar-benar jaga jarak," tutur dia.

Oleh sebab itu, kata dia, Indonesia perlu melakukan cara selain mengandalkan herd immunity dalam menekan kasus Covid-19.

Misalnya, melakukan imunisasi atau vaksinasi kepada masyarakat.

"Harus berusaha. Kalau disiplin, itu enggak perlu diimunisasi. Cuma lihat saja sendiri," terang dia.

Namun, dia menekankan, upaya vaksinasi atau imunisasi ini perlu dilakukan secara hati-hati.

Terutama memperhitungkan efek samping setelah dilakukan imunisasi atau vaksinasi.

"Seringkali efek samping bukan karena antivirus, tetapi pada zatnya. Kalau ini vaksin mati, ini nyuntiknya juga harus dalam. Jadi harus berhati-hati. Untuk vaksin pada umumnya efek samping lokal pada tempat penyuntikan," timpal dia. (ast/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bicara di Seminar PERSI, Pak Doni Monardo Semangati Dokter & Nakes Pejuang Covid-19


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler