Italia Ancam Tutup Pelabuhan

Senin, 03 Juli 2017 – 19:13 WIB
Pengungsi di Roma. Foto: AFP

jpnn.com, ROMA - Pemerintah Italia kewalahan diserbu pengungsi yang masuk ke wilayahnya.

Tak mau repot sendirian, Menteri Dalam Negeri Italia Marco Minniti meminta negara-negara lain di Eropa ikut menanggung beban.

BACA JUGA: Italia Ancam Tutup Pelabuhan untuk Pengungsi

Caranya, membuka pelabuhan mereka untuk kapal-kapal penyelamat yang membawa para pengungsi tersebut.

Sebab, selama ini hampir seluruh pengungsi yang diselamatkan dibawa ke Italia.

BACA JUGA: Kekerasan Terhadap Non-Pribumi Meningkat

"Kami berada di bawah tekanan yang luar biasa besar," ujar Minniti beberapa saat sebelum bertemu Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb, Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere, serta Komisioner untuk urusan pengungsi di Uni Eropa (UE) Dimitris Avramopoulos di Paris.

Mereka akan membahas masalah krisis peng­ungsi tersebut.

Pada harian Il Messaggero, Minniti mengungkapkan bahwa pengungsi yang masuk ke Italia tahun ini naik 19 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sejak awal tahun sudah ada 83.650 pengungsi maupun imigran yang masuk ke Roma.

Negara yang dipimpin Presiden Sergio Mattarella itu memiliki 200 ribu tempat untuk mengakomodasi imigran.

Hampir seluruh tempat tersebut telah terisi.

Hampir setiap hari kapal-kapal dari LSM, penjaga pantai Italia, serta kapal-kapal yang menjaga perbatasan UE menolong para pengungsi yang terkatung-katung di laut Mediterania.

Kapal-kapal tersebut mengibarkan bendera berbagai negara di Eropa.

Tapi, para pengungsi itu selalu dibawa ke pelabuhan Italia.

Pekan lalu Italia sempat mengancam bakal menutup pelabuhannya bagi kapal-kapal penyelamat yang bukan milik pemerintah Italia.

"Saya bakal bangga jika satu kapal saja pergi ke pelabuhan negara Eropa yang lain, bukannya ke pelabuhan Italia," tegas Minniti.

Menurut dia, itu bakal menjadi sinyal positif bahwa negara lain juga mau berbagi beban. Hal yang sama diungkapkan PBB. (AFP/BBC/AlJazeera/sha/c10/any/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler