ITB Siap Mensubsidi 100 Persen Mahasiswa Miskin

Sudah Termasuk Uang Pendidikan dan Biaya Hidup

Jumat, 11 Februari 2011 – 18:50 WIB
JAKARTA - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Akhmaloka, menyatakan bahwa tahun ini pihaknya siap untuk memberikan subsidi hingga 100 persen terhadap calon-calon mahasiswa yang miskin atau kurang mampu"Khusus untuk calon mahasiswa yang berasal dari kalangan menengah ke bawah dan benar-benar tidak mampu, kami siap untuk memberikan subsidi hingga 100 persen, termasuk biaya hidupnya," ungkap Akhmaloka kepada JPNN, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, di Jakarta, Jumat (11/2).

Adapun syarat untuk mendapatkan subsidi 100 persen dari ITB tersebut, kata Akhmaloka pula, antara lain adalah calon mahasiswa tersebut harus lolos Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), jalur undangan dan ujian tertulis, serta memiliki latar belakang atau berasal dari keluarga yang tidak mampu

BACA JUGA: Polemik Rektor ITS Merembet ke DPR

"Subsidi yang kami berikan kali ini cukup bervariasi, yang dibedakan dari kemampuan orang tua calon mahasiswa," imbuhnya.

Akhmaloka menerangkan, untuk memperoleh subsidi tersebut, para calon mahasiswa maupun orang tua dapat mengisi formulir yang bisa didapat dengan mengakses website ITB
Di dalam formulir tersebut, lanjut Akhmaloka, diberikan beberapa pilihan besaran subsidi, yakni mulai dari 100 persen, 75 persen, 50 persen, serta 25 persen.

"Jika orang tua calon mahasiswa merasa tidak mampu, silakan mengajukan permohonan subsidi dengan mencentang besaran subsidi yang diinginkan

BACA JUGA: DPR segera Panggil Perwakilan Perguruan Tinggi

Nanti, kan akan kami review kembali data-data yang masuk, dan kami cek lagi, apakah betul si calon mahasiswa ini benar-benar tidak mampu atau tidak," jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan adanya kabar bahwa ITB mematok pungutan sebesar Rp 55 juta yang harus dibayarkan di muka, setelah calon mahasiswa dinyatakan diterima di ITB? Menanggapi hal tersebut, Akhmaloka dengan tegas membantahnya
Dia menyebut bahwa besaran pungutan hingga Rp 55 juta tersebut hanya dikenakan kepada calon mahasiswa yang mampu.

"Kami tidak mungkin akan memberikan keringanan bagi calon mahasiswa yang mampu dan berasal dari keluarga menengah ke atas

BACA JUGA: TII Curigai Kepsek Abaikan Kesejahteraan Guru

Sekali lagi kami tegaskan, besaran pungutan itu hanya untuk mahasiswa yang mampuLagipula, pada saat pengisian formulir, kami juga turut meminta bukti tingkat kemampuan orang tua, seperti data pendapatan/penghasilan orang tua dan lainnya," tandasnya.

Lebih jauh, Akhmaloka menambahkan, ITB telah menyediakan sebanyak 650 kursi untuk pemberian subsidi hingga 100 persen ini, dari jumlah total 3.200 kursi yang disediakan dalam penerimaan mahasiswa baru"Kuota sebanyak 650 kursi itu adalah angka minimalJadi, tidak menutup kemungkinan bahwa kuota itu akan bertambahKarena memang kami sudah menetapkan akan fokus pada mahasiswa kurang mampu yang berprestasi," ujarnya lagi(cha/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemdiknas Bantah Adanya Mahasiswa DO di Mesir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler