IYF Beri Penghargaan Buat Pemuda dan Tokoh Inspiratif 2018

Selasa, 01 Januari 2019 – 10:38 WIB
Penerima Youth Achievment Award 2018 dari Indonesia Youth Forum. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Deputi II Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Asrorun Ni’am Sholeh menjadi salah seorang tokoh yang menerima Youth Achievment Award 2018 dari Indonesia Youth Forum (IYF) di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari Jakarta, Senin (31/12) malam.

IYF sendiri adalah lembaga yang concern di bidang pendidikan dan kepemudaan. Kegiatan malam tadi dikemas dengan selawat yang diikuti oleh 500 penabuh hadrah dipandu oleh Veve Zulfikar.

BACA JUGA: Selawat Kolosal Bersama IYF di Malam Tahun Baru

"Alhamdulillah, di penghujung 2018 saya memperoleh anugerah penghargaan Youth Achievement Award Tahun 2018 sebagai Tokoh Inovatif Dan Konsisten dalam Pengembangan Generasi Muda,” ucap Asrorun.

BACA JUGA: Ajak 13 Artis Berselawat, Gus Anom: Insyaallah Tak Ada Bala

"Terima kasih dan saya berharap agar anak-anak muda terus mengembangkan diri menjadi pemuda yang cerdas dan bermanfaat bagi sekitarnya," imbuhnya.

Ada penerima penghargaan yang lain, yaitu Veve Zulfikar sebagai tokoh muda inspiratif bidang industri kreatif (musik Islam selawat menggunakan media sosial), Risa Maharani sebagai tokoh santri kreatif (jadi designer muda go International), dan Wali Band yang mempunyai kepedulian sosial dan keagamaan melalui Wali Care Foundation dengan program unggulan renovasi seratus musola, serta Slamet Tohari sebagai tokoh inspiratif penggerak pendidikan inklusi bagi difable.

BACA JUGA: Pujian Cak Imin untuk Ikhtiar Gus Miftah di Tempat Hiburan

Muhammad A Idris selaku co-founder Indonesia Youth Forum (IYF) berharap Youth Achievment Award 2018 menginspirasi semua pihak, khususnya anak muda agar selalu berkarya dan memberikan nilai lebih pada lingkungannya.

“Penghargaan ini diberikan sebagai penghormatan, pengakuan, serta motivasi dan pendorong untuk terus mengabdi tiada henti bagi pengembangan potensi generasi muda Indonesia sesuai minat dan bakatnya. Mengoptimalkan jiwa kepemimpinan, kepeloporan, dan kewirausahaan kaum muda. Semoga tahun 2019 akan lebih baik dari tahun 2018,” katanya.

Sementara itu, Slamet Tohari turut bahagia karena perjuangan dan dedikasi terhadap pendidikan inklusi bagi difabel mendapat perhatian semua pihak. "Masih banyak yang diperjuangkan untuk kepentingan fasilitas difabel, khususnya pendidikan. Semoga saja saya dan rekan-rekan istiqomah,” katanya.

Acara malam tadi ditutup dengan mahalul qiyam dari ustaz Zulfikar. Sekitar seribu lebih jemaah larut dalam munajat untuk Indonesia. Setiap dai yang tampil selalu memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa Indonesia. (adk/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bule Ngamuk Dengar Selawatan, Polri: Sabar Aja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler