Jabar Rawan Bencana, Masyarakat Diimbau Waspada

Minggu, 26 Desember 2021 – 04:26 WIB
Longsor menghentikan lalu lintas dua arah di Jalan Raya Garut-Tasikmalaya di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (25/12). Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Masyarakat di Jawa Barat, khususnya di daerah rawan bencana gerakan tanah atau tanah longsor dan banjir bandang diimbau untuk mengintensifkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menjelang puncak musim hujan periode Januari-Maret 2022.

"Pada Jumat (24/12), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa menjelang puncak musim hujan pada Januari-Maret 2022, agar Provinsi Jawa Barat mengintensifkan mitigasi bencana," ujar Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono dikutip dari laman Kementerian ESDM di Jakarta, Sabtu.

BACA JUGA: Fenomena Apa Ini? Kawanan Monyet Turun di Lokasi Bencana Erupsi Semeru Memberikan Isyarat

Dari informasi tersebut, Badan Geologi membuat peta potensi gerakan tanah pada Januari 2022 berdasarkan overlay peta zona kerentanan gerakan tanah dari Badan Geologi dan peta prakiraan musim hujan pada Januari 2022 dari BMKG.

"Hasil overlay menunjukkan Jawa Barat mempunyai potensi tinggi terjadi gerakan tanah atau tanah longsor dan banjir bandang," kata Eko.

BACA JUGA: Mbak SS Sempat Begituan 4 Kali Sama Teman Prianya di Apartemen Surabaya, Ujungnya Pahit

Oleh karena itu, Badan Geologi mengimbau pemerintah daerah di Provinsi Jabar yang mencakup Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Cirebon, serta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mengintensifkan kesiapsiagaan dan mitigasi.

"Masyarakat yang tinggal di daerah potensi terjadi gerakan tanah tinggi atau daerah rawan gerakan tanah atau tanah longsor dan banjir bandang, seperti di lembah sungai, bantaran sungai, alur sungai, serta masyarakat yang tinggal di bawah tebing agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tanah longsor, banjir bandang, dan aliran bahan rombakan," jelasnya.

Eko juga meminta masyarakat tidak terpancing berita-berita hoaks terkait kebencanaan dan selalu mengikuti arahan dari instansi yang berwenang, seperti Badan Geologi, BMKG, BNPB, kementerian dan lembaga, serta pemda.

"Untuk provinsi lainnya, yang mempunyai potensi gerakan tanah tinggi dan dapat dilihat pada peta prakiraan potensi gerakan tanah Januari 2022, agar meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi untuk mengantisipasi ancaman bencana," ujarnya.

Untuk mendapatkan informasi resmi mengenai potensi bencana gerakan tanah atau longsor dan banjir bandang dapat diperoleh melalui aplikasi dan website resmi kementerian dan lembaga yang mempunyai tupoksi kebencanaan seperti Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram pvmbg); InfoBMKG: bmkg.go.id, media sosial BMKG (Facebook, Twitter, dan Instagram bmkg): dan inarisk.bnpb.go.id. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Bencana   Jabar   Longsor   Banjir Bandang   BMKG   PVMBG  

Terpopuler