BANDUNG – Pemprov Jabar sedang menggodok pembentukan Tim Penanggulangan Bencana Khusus Kabupaten BandungPasalnya, Kabupaten dan Kota Bandung merupakan daerah paling rawan bencana
BACA JUGA: Tahanan High Risk Dipisahkan
Secara umum, dampak dari cuaca ekstrem 2010, wilayah Jawa Barat (Jabar) rawan bencanaBACA JUGA: DPD Berharap Khusus pada Obama
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Udjawalprana Sigit, di Gedung Sate, kemarin (17/2) menjelaskan, fenomena alam di 2010 ini tak satupun kabupaten/kota di Jabar yang terlepas dari ancaman banjir, longsor, bahkan angin puting beliung
BACA JUGA: Tetap Maju, Tak Peduli Teror
Analisa ini, kata dia, hasil rapat penanggulangan bencana antara BPBD Jabar dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG)Sigit menjelaskan, hasil rapat menyebutkan, bencana dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan terjadi hingga Maret 2010"Curah hujan secara nasional tinggi, di atas normal," sebutnya. Menurutnya, daerah di Bandung yang sudah terjadi bencana adalah Bandung Selatan seperti Dayeuhkolot dan BaleendahDaerah ini, kata dia, total pengungsi mencapai 1.000 warga, dengan kerugian infrastruktur di atas Rp10 miliarSejauh ini belum ada korban jiwa akibat banjir yang melanda Bandung Selatan"Daerah yang menjadi skala prioritas selain Bandung adalah Bogor dan Garut," sebutnya.
Di Bogor, kata dia, bencana sudah memakan korban sebanyak 5 jiwa, jumlah pengungsi mencapai 115 kepala keluarga (KK), dengan kerugian Rp 6,7 miliarSedangkan di Garut, lanjutnya, sejauh ini belum ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp6,7 miliarNamun Pemprov belum siap mengganti kerugian itu"Penggantian tergantung angaranUntuk sekarang yang diutamakan penyelamatan jiwa dulu," katanyaDisebutkan Sigit, Pemprov Jabar telah menyiapkan dana tanggap darurat Rp75 miliar dan dana siaga sementara Rp10 miliar"Dana ini terutama untuk menangani pengungsi, logistik, dan peralatanHampir semua kabupaten kota di Jabar telah memintanya, dengan alokasi terbesar di Bogor," ujarnya
Sigit mengatakan, Pemprov Jabar tengah membentuk Tim Penanggulangan Bencana Khusus Kabupaten BandungTim ini, kata dia, dibentuk berdasarkan SK GubernurTim ini akan bekerja hingga selesainya ancaman bencana"Idealnya jika tim khusus menangani Kabupaten Bandung misalnya, ya sampai Dayeuhkolot bebas banjir," ujarnya.
Menurutnya, daerah seperti Kabupaten Bandung memerlukan penanganan khusus"Kondisinya kan tempat warga dekat sungai, maka mereka harus ditertibkanTapi harus ada relokasi tempatTim inilah yang memberikan rekomendasi ke Pemprov untuk penanganan," paparnyaDia menilai, bencana juga terjadi karena banyaknya bangunan atau villa yang berdiri di kawasan resapan air"Untuk itu harus dilihat perizinan pendirian bangunan di Kawasan Bandung Utara, Kawasan Bandung Barat seperti Cipageran, yang merupakan daerah-daerah resapan air," paparnya
Ancaman cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang memang merisaukan warga dalam satu pekan terakhir iniSeperti yang terjadi pada Senin (15/2), sejumlah tempat di Bandung berantakan disapu hujan badaiBelasan pohon tumbang di beberapa jalan antara lain Jalan Naripan, Jalan Gatot Subroto, Jalan Teuku Umar, dan Teuku Angkasa, satu tembok ambrol, serta tanah longsor di Cipicung, Dago
Bahkan robohnya sebuah rumah di Jalan Sukaati RT 4 RW 1 Kelurahan Mengger Kecamatan Bandung KidulRumah yang terletak di pinggiran Sungai Cikapundung menewaskan pemilik rumahnya, H Sugiri, 65(men/jpnn/sam)
BACA ARTIKEL LAINNYA... AturanTumpang Tindih, Pusat Keluhkan Daerah
Redaktur : Soetomo Samsu