Jadi Calon Anggota Komisaris BEI, Pandu Sjahrir Ajak Startup Masuk ke Bursa

Minggu, 21 Juni 2020 – 20:10 WIB
Pendiri perusahaan modal ventura Indies Capital dan AC Ventures, Pandu Patria Sjahrir. Foto source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Pendiri perusahaan modal ventura Indies Capital dan AC Ventures, Pandu Patria Sjahrir masuk dalam jajaran calon anggota Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) terpilih, yang akan diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI Tahun 2020.

Informasi tersebut dari surat OJK bernomor S.169/D.04/2020 yang beredar pada Jumat (19/6). 

BACA JUGA: Agar Bisa Tetap Bertahan Saat Pandemi, ini yang Harus Dilakukan Startup

Terkait kabar penunjukkan tersebut, salah satu investor startup ini menyampaikan dirinya ingin mengajak lebih banyak perusahaan startup dan teknologi masuk ke bursa.

“Saya ingin menggandeng perusahaan-perusahaan startup dan teknologi untuk bisa menjadi emiten di pasar modal kita,” ujar Pandu dalam siaran persnya, Minggu (21/6).

BACA JUGA: Pangkas Layanan, Cara Startup Bertahan saat Krisis  

Selain Pandu, terdapat nama-nama lain seperti John Aristiato Prasetio sebagai Komisaris Utama, Mohammad Noor Rachman Soejoeti, Heru Handayanto, dan Karman Pamurahardjo sebagai Komisaris yang telah dinyatakan lolos fit and proper test dari OJK.

Kelima nama calon tersebut akan menggantikan jajaran komisaris BEI sebelumnya yang akan habis masa baktinya.

BACA JUGA: Mengapa Masih Banyak Masyarakat yang Tertipu Lelang Online Pegadaian?

Pandu yang juga merupakan CEO SEA Group Indonesia, mencontohkan keberhasilan SEA sebagai perusahaan game Asia Tenggara yang dikenal dengan Garena pernah sukses melantai ke bursa saham di New York pada  2017. 

Hingga saat ini, kapitalisasi pasarnya mencapai lebih dari USD 8 miliar atau setara Rp112 triliun.

Masuknya perusahaan-perusahaan startup dan teknologi di bursa saham ini diharapkan bisa mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia untuk mendapatkan modal dan mendorong perusahaan startup untuk menerapkan good corporate governance (GCG), salah satunya dengan IPO (Initial Public Offering).

“Dengan masuk ke bursa saham, perusahaan startup akan didorong untuk lebih terbuka dan akuntabel,” tandas Pandu.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler