Jadi Dosen Tamu di Undip, Dirut BPJS Kesehatan Ajak Mahasiswa Sukseskan Program JKN

Sabtu, 10 Juni 2023 – 18:46 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti saat menjadi dosen tamu di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) pada Jumat (9/6). Foto: Dokumentasi Humas BPJS Kesehatan

jpnn.com, SEMARANG - Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti berharap mahasiswa di bidang kesehatan masyarakat patut memiliki rasa bangga atas kesuksesan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal tersebut disampaikan Dirut BPJS Kesehatan Ghufron Mukti saat menjadi dosen tamu di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) pada Jumat (9/6).

BACA JUGA: Pastikan Peserta JKN Dapat Pelayanan Berkualitas, Dirut BPJS Kesehatan Tinjau RSUD Cibinong

Dalam kesempatan tersebut, Ghufron menyampaikan materi kuliah dengan tema 'Perkembangan Terkini Program JKN dan Perbandingannya dengan Beberapa Negara'.

Ghufron mengatakan pengembangan sumber daya manusia dalam pengembangan program JKN sangat penting, terlebih lagi bagi mahasiswa FKM.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Borong Dua Penghargaan di Ajang WOW Brand Festive Day 2023

Dia berharap agar pelayanan promotif dan preventif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dapat terus dikembangkan.

Menurut Ghufron, hal ini tentu membutuhkan peran mahasiswa FKM sebagai generasi penerus.

BACA JUGA: Cukup Tunjukkan Kartu JKN, Peserta BPJS Kesehatan Tetap Bisa Berobat Meski di Luar Daerah

“Jika tidak ada pembangunan kesehatan, penyadaran kesehatan, literasi kesehatan dan perubahan perilaku, seperti kesadaran pola hidup sehat dan olahraga, pembangunan masyarakat sehat akan berjalan lambat,” ujar Ghufron.

Ghufron juga menyampaikan nilai Pancasila telah menjadi prinsip penyelenggaraan program JKN.

Nilai gotong-royong sebagai rangkaian ibadah dilakukan oleh bangsa Indonesia dengan semangat persatuan.

Dia menegaskan bahwa gotong-royong yang menjadi prinsip program JKN merupakan sebuah kearifan yang perlu dipertahankan implementasinya.

“Setiap negara memiliki pola jaminan kesehatan yang berbeda-beda, tetapi tujuannya selalu sama yaitu perlindungan untuk seluruh penduduk. Tidak ada keadilan sosial tanpa jaminan sosial. Tidak ada jaminan sosial tanpa perlindungan sosial. Begitu pula tidak ada perlindungan sosial tanpa program jaminan sosial,” tegas Ghufron.

Membandingkan dengan negara-negara lain, peningkatan akses jaminan kesehatan di Indonesia dapat dikatakan sangat cepat.

Pasalnya, dalam jangka waktu satu dekade, per tanggal 31 Mei ini kepesertaan JKN sudah mencapai sekitar 255 juta penduduk atau 92,9 persen dari total penduduk di Indonesia.

Untuk mengimbangi tingginya kepesertaan, BPJS Kesehatan juga terus meperluas akses pelayanan kesehatan.

Sampai saat ini, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.389 FKTP dan 2.943 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Kami juga terus mengembangkan sistem pelayanan untuk memastikan peserta mendapatkan pelayanan yang berkualitas, dengan pembiayaan yang efektif. Pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN harus lebih mudah, lebih cepat, dan setara,” tegas Ghufron.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FKM Undip Budiyono menyebutkan bahwa mahasiswa prodi sarjana, pasca sarjana, maupun doktoral FKM diharapkan dapat terpapar informasi terbaru terkait Program JKN.

Informasi tersebut diperlukan untuk merubah cakrawala dan pandangan mengenai program JKN.

“Beberapa hal saya pikir bahwa cakupan kepesertaan JKN ini sangat luar biasa. Bisa dibayangkan jika sebanyak 255 juta peserta itu berkomitmen, terus membayarkan iuran secara rutin. Tentu sangat luar biasa juga pelayanan kesehatan yang bisa diberikan kepada peserta JKN,” terang Budiyono.

Dia berpendapat sinergi yang telah dilakukan oleh BPJS Kesehatan dengan pemerintah telah terjalin erat.

Hal ini tampak dari besarnya dukungan pemerintah, sehingga jumlah peserta JKN sampai saat ini sudah lebih dari 90 persen dari jumlah seluruh penduduk di Indonesia.

“Melalui kuliah ini pastinya mahasiswa bisa belajar tak hanya sekadar teori, namun pengalaman oleh praktisi langsung terkait Program JKN ini. Suasana akademis semacam ini memang telah kami ciptakan sejak lama. Visiting professor dari dalam dan luar negeri juga rutin dilakukan,” tambah Budiyono.

Budiyono mengingatkan pentingnya proses belajar yang disampaikan oleh pimpinan lembaga.

Dia percaya hal ini dapat memperluas khasanah pengetahuan dan pengalaman terkait dengan perkembangan ilmu. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler