Jadi Pembicara di Rakornas Pemuda Tani HKTI, Ini Pesan Menpora

Selasa, 20 Agustus 2019 – 18:18 WIB
Menpora Imam Nahrawi membuka sekaligus menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Foto: Humas Kemenpora

jpnn.com, BALI - Menpora Imam Nahrawi membuka sekaligus menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang mengusung tema “SDM Petani Unggul, Indonesia Maju " di Ball Room Quess San Hotel Denpasar, Bali, Selasa (20/8) siang. 

Mengawali sambutanya, Menpora mengatakan senang bisa hadir untuk kesekian kalinya di Rakornas Pemuda Tani HKTI.

BACA JUGA: Kemenpora: Paskibraka Nasional 2019 Berkunjung ke BRI dan Mabes Polri

"Tentu saya bergembira bisa hadir untuk kesekian kalinya di Rakornas Pemuda Tani HKTI. Hari ini kita berkumpul untuk membicarakan masa depan pertanian kita sebagai tiang penyangga dari kesejahteraan dabangkitan ekonomi masyarakat," ujarnya.

BACA JUGA : Jokowi Mendadak Panggil Staf Khusus untuk Papua Lenis Kogoya

"Terus terang, sekarang ini kita sedang menghadapi suatu tantangan yang cukup serius. Lahan-lahan pertanian kita semakin hari semakin banyak dilirik untuk dialihfungsikan. Karenanya, para Pemuda Tani HKTI harus mampu mengimbangi dan merespon sekaligus menjadi pemeran utama untuk menjadi bagian membangun masa depan pertanian Indonesia," tambahnya.

Dia berharap melalui Rakornas ini Pemuda Tani HKTI mampu menghasilkan berbagai produk kerja, ide-ide segar, untuk menjadikan Pemuda Tani HKTI sebagai salah satu organisasi yang dapat memberikan solusi.

BACA JUGA: Kemenpora Sambut Timnas Pelajar U-16 Juara Gothia Cup 2019 di Tiongkok

Pemuda Tani HKTI dapat mengajak generasi muda di seluruh tanah air untuk menjadi solusi memperjuangkan petani, agar petani Indonesia semakin kaya dan makmur.

BACA JUGA : Wakil Wali Kota Malang: Saya tak Pernah Mengatakan Pemulangan Mahasiswa Papua

Dalam Rakornas ini Pemuda Tani HKTI merekomendasikan tiga hal. Pertama, kaum petani harus mengelola tanah yang lebih luas untuk meningkatkan produksi pertanian yang mencukupi kebutuhan nasional.

BACA JUGA: Tim Tenis Pelajar Indonesia Sukses di Hari Pertama

Semakin menyempitnya tanah pertanian akan membuat produksi semakin menurun dan tekad pemerintah untuk reformasi agraria harus diwujudkan dalam periode kedua ini.

Kedua, petani Indonesia harus pandai dalam inovasi. Inilah perlunya dukungan untuk membangun industri pertanian dalam skala lokal. Ketiga, petani harus menyatu dengan dunia usaha agar tidak menjadi sektor yang marginal.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kata Koko Ardiansyah Setelah Jadi Petugas Upacara HUT Ke-74 RI di Kemenpora


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler