Jadikan Hari Pahlawan Momentum Isi Kemerdekaan

Kamis, 09 November 2017 – 22:22 WIB
Iqbal Husaini. Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan setiap 10 November untuk menghormati pengorbanan para pejuang kemerdekaan.

Karena itu, Hari Pahlawan harus bisa dijadikan inspirasi dan motivasi bagi bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu.

BACA JUGA: KRI Banda Aceh-593 Dukung Peringatan Hari Pahlawan

Mantan teroris, Iqbal Husaini atau Rambo atau Adrian Alamsyah yang pernah divonis empat tahun penjara karena kasus terorisme saat konflik Ambon mengaku banyak belajar dari perjalanan hidupnya dan perjuangan para pahlawan.

Dia mengaku sejak dulu cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga ikut berjihad. Namun, langkah itu ternyata salah.

BACA JUGA: Kemiskinan Tidak Selalu Jadi Penyebab Aksi Terorisme

“Sebagai anak muda, saya ingin jadi pahlawan saat itu. Niat kami ingin menjaga NKRI, tapi ternyata caranya salah dan tidak sesuai dengan undang-undang dan Pancasila,” kata Rambo di Jakarta, Kamis (9/11).

Karena itu, dia mengajak generasi muda Indonesia untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan.

BACA JUGA: Suhardi Alius Beber Penanganan Terorisme pada Raja Yordania

Menurut dia, hal itu penting karena generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Apalagi, saat ini dunia telah memasuki era globalisasi modern yang diwarnai dengan semakin canggihnya kemajuan informasi teknologi melalui internet (dunia maya).

Ironisnya, kemajuan informasi teknologi itu tidak hanya membawa dampak kebaikan bagi umat manusia, tapi banyak juga efek negatifnya.

Salah satunya dimanfaatkan oleh kelompok radikal dalam melakukan propaganda untuk merekrut anggota baru.

“Kita harus mengambil ikhtiar (pelajaran) dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan saat merebut kemerdekaan. Kalau dulu pahlawan berjuang mengangkat senjata, sekarang generasi muda bisa menjadi pahlawan dengan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal baik,” imbuhnya.

Terkait propaganda radikal terorisme, Iqbal atau Rambo menyarankan generasi muda bisa menjadi agen perdamaian di dunia maya.

Menurut dia, hal itu akan menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI.

Dia mengakui, saat ini disintegrasi yang terjadi di generasi muda Indonesia cukup tinggi sehingga sangat mudah terjadi perpecahan di antara mereka.

Apalagi, ada kelompok tertentu yang sengaja memicu konflik melalui hate speech (ujaran kebencian) dan hoaks (berita bohong).

“Jadilah pahlawan dengan menjadi agen perdamaian baik di dunia nyata maupun dunia maya. Warisan kemerdekaan dari pahlawan ini adalah warisan terbaik buat bangsa Indonesia. Mari kita jaga kemerdekaan dan keutuhan NKRI,” kata Iqbal.

Iqbal saat ini aktif mengikuti berbagai kegiatan deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Itu sebagai bukti bahwa dia memang benar-benar telah insaf dan ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk NKRI.

Dia sekaligus ingin mmenebus kesalahan masa lalunya. Terakhir, Iqbal mengikuti pelatihan public speaking mantan teroris.

Menurutnya, kegiatan public speaking ini sangat bermanfaat untuk menciptakan orang-orang yang dulu pernah mengalami pemahaman ideologi menyimpang agar kembali bisa melakukan edukasi di tengah masyarakat.

“Kami juga ingin berbuat menjadi agen perdamaian untuk menjaga NKRI dengan menyebarkan salam perdamaian kepada masyarakat agar tidak radikalisme dan terorisme tidak bisa tumbuh lagi,” pungkasnya. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mantan Kombatan Bertutur Tentang Pemuda dan Radikalisme  


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler