Jadikan Perang Dagang Peluang, Mentan Kembali Lepas Ekspor

Sabtu, 27 Oktober 2018 – 12:49 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Dirjen Hortikultura, Suwandi dan Kepala Dinas Pertanian Provinso Jawa Timur, Hadi Sulistyo saat pelepasan ekspor di Kediri, Sabtu (27/10). Foto: Kementan

jpnn.com, KEDIRI - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tengah fokus memanfaatkan pertarungan atau perang dagang (trade war) sebagai peluang ekspor.

Jokowi telah meminta kalangan dunia usaha agar menggunakan peluang ini untuk masuk ke pasar-pasar yang ditinggalkan oleh yang baru berperang.

BACA JUGA: DPR Tegaskan Tugas BPS Ngumpulin Data, Bukan Putuskan Impor

Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mencatatkan prestasi dalam meningkatkan neraca perdagangan produk pertanian ke luar negeri berkat dukungan produksi para petani Indonesia.

Setelah melakukan ekspor sejumlah komoditas pertanian ke berbagai negara, kali ini sebanyak tiga komoditas pertanian yaitu benih kangkung, benih jagung manis, dan kacang hijau siap di ekspor kembali.

BACA JUGA: Petani Bawang Putih Sembalun Bersemangat Lagi

Benih kangkung diekspor ke Tiongkok, benih jagung manis ke Hong Kong, dan  kacang hijau konsumsi ke Tiongkok dan Philipina.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Dirjen Hortikultura, Suwandi dan Kepala Dinas Pertanian Provinso Jawa Timur, Hadi Sulistyo di Kediri, Sabtu (27/10).

BACA JUGA: Dua Sertifikasi Ini Kunci Ekspor Telur Tetas dan Daging Ayam

Amran menyebutkan, komoditas hortikultura yang diekspor kali ini yakni benih kangkung 140 ton ke Tiongkok dan benih jagung manis 60 ton ke Hong Kong. Sementara komoditas pangan yang diekspor yakni kacang hijau sebanyak 2.200 ton ke Tiongkok dan Philipina.

"Jenis benih kangkung yang diekspor ini varietas waterconvolvulus A 009, KKP-01, dan KKP-09. Benih jagung manis jenis 1351 dan kacang hijau yang diekspor adalah kacang hijau untuk konsumsi," kata Amran.

Amran menegaskan potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan secara berdaulat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Faktanya, dari data BPS, ekspor pertanian tahun 2017 mencapai Rp 442 triliun. Angka itu naik 24 persen dibanding 2016 sehingga berdampak pada surplusnya neraca perdagangan pertanian 2017 sebesar  Rp 214 triliun.

“Kita patut bangga, hari ini kita kembali lepas ekspor. Benih kangkung, benih jagung manis, dan kacang hijau. Luar biasa petani Indonesia. Kami support agar terus ekspor. Inilah tujuan kami membangun Online Single Submission,” tegasnya.

“Dulu, mengurus izin bisa enam bulan, satu tahun, dua tahun. Tapi hari ini bisa satu jam. Ini perintah Bapak Presiden untuk terus pacu ekspor dan investasi. Sekarang ada pertarungan, perang dagang, kita jadikan sebagai peluang ekspor” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Amran optimistis ke depan volume ekspor komoditas pertanian terus melonjak.

Beberapa komoditas yang sudah tembus pasar  ekspor yakni mangga, manggis, salak, nenas, pisang, benih, aneka sayuran, bawang merah, tanaman hias, telur, ayam, kambing, jagung dan lain-lain.

“Saya minta agar menambah kawasan pengembangan pertanian dan pendampingan yang intensif dari aspek hulu sampai hilir, sehingga petani mampu menghasilkan produk pangan berkualitas ekspor,” ujar Amran.

Terkait ekspor benih sayuran, lanjut Amran, ini menunjukkan bahwa industri perbenihan dalam negeri sudah maju dan mampu bersaing dengan produk benih negara lain.

Selain kangkung, beberapa benih hortikultura yang telah diekspor yaitu benih pare, cabai, paprika, timun, gambas, melon, waluh, sweet corn, dan pare welut.

“Indonesia pun telah banyak ekspor benih semangka, terong, tomat, jagung pulut,  kacang panjang, bayam, okra dan buncis. Ini kerja yang membanggakan antara pemerintan dengan petani dan pelaku usaha,” tutur Amran.

Dirjen Hortikultura Suwandi menambahkan pelepasan ekspor benih kangkung dan jagung manis ini menandai bukti adanya peningkatan ekspor dari tahun sebelumnya 2017.

Ekspor jagung manis 2017 sebesar 1.122 ton, sementara estimasi ekspor di tahun 2018 sebesar 1.245 ton atau naik sebelas persen dari 2017.

“Ekspor total hortikultura segar Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp 1,28 triliun, naik 27 persen dibanding Januari sampai Agustus 2017 yang hanya Rp 0,94 triliun. Sedangkan total ekspor hortikultura segar dan olahan Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp 2 87 triliun,” sebut Suwandi.

Untuk terus memacu volume ekspor, sambung Suwandi, telah menetapkan prognosa produksi sayuran 2018 mencapai 12,9 juta ton atau naik 3,4 persen dibandingkan 2017.

Dengan begitu, Kementan akan terus memperluas kawasan pengembangan hortikultura dan benih sayuran. Bantuan untuk petani akan dikawal hingga hasilnya bisa ekspor.

“Kemitraan petani dengan pelaku usaha pun menjadi bagian yang dijamin Kementan. Ini penting agar petani benar-benar sejahtera dan nilai ekspor semakin tinggi,” ujar Suwandi..

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno mengapresiasi upaya Kementan menggenjot ekspor karena dipastikan meningkatkan nilai jual hingga kesejahteraan petani. Komoditas pertanian yang diekspor ini sepenuhnya dihasilkan petani yang bermitra dengan pelaku usaha.

“Ekspor ini sangat membantu sekali petani, memberikan harga yang menguntungkan, terutama saat panen yang harga cenderung turun. Tapi dengan ekspor ini yang terus menerus petani bisa untung,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinso Jawa Timur, Hadi Sulistyo mengatakan upaya pemerintah pusat melalui Kementan berdampak positif pada peningkatan nilai tambah komoditas pangan yang dihasilkan petani.

Ke depan, pemerintah daerah akan lebih masif melakukan pendampingan dan peningkatan produksi berkualitas ekspor.

“Dengan ekspor ini sangat positif bagi petani hortikultura dan tanaman pangan meningkatkan kualitas produk dan nilai tambahnya. Yang terpenting kesejahteraan petani pun meningkat,” katanya.

Perlu diketahui, nilai ekspor kacang hijau pada tahun 2017 mencapai 29.059 ton. Di tahun 2018 ditargetkan 29.931 ton atau naik 3,1 persen dari 2017 sebesar 29.059 ton. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sistem Sertifikasi Karantina Langkah Kementan Dukung Ekspor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler