Jaga Gengsi, Istana Enggan Laksanakan Putusan MK

Jumat, 24 September 2010 – 15:43 WIB
JAKARTA - Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai keengganan pihak Istana melaksanakan amar putusan Mahkamah Konstitusi tentang jabatan Jaksa Agung hanya sekadar untuk menjaga gengsi"Mestinya pihak Istana atau Setneg melaksanakan keputusan MK dengan kebesaran hati

BACA JUGA: Teliti Sertifikat Tanah, Faisal Tamin Bergelar Doktor

Tapi tampaknya Istana lebih menjaga gengsi," kata Yunarto, di DPR, Senayan Jakarta Jumat (24/9).

Sikap menjaga gengsi tersebut, lanjut Yunarto, selain dipersepsi masyarakat sebagai prilaku yang tidak mematuhi keputusan MK, juga sudah mengarah kepada tindakan presiden pasang badan demi mempertahankan posisi Hendarman Supandji selaku Jaksa Agung.

"Seharusnya ini menjadi pelajaran berharga yang terakhir bagi Istana sebab peristiwa memalukan yang bersumber dari kelalaian pihak Sekretariat Negara (Setneg) dalam menyiapkan legal administrasi bukan kali ini saja terjadi
Sebelumnya juga pernah terjadi kelalaian Istana misalnya kasus Anggito Abimanyu yang akan jadi wakil menteri keuangan dan kasus pengangkatan wakil menteri kesehatan

BACA JUGA: ICW Desak Presiden Buka Bursa Calon Jaksa Agung

Itu semua akibat dari kesalahan orang-orang dekat presiden," tegasnya.

Selain mengkritisi Istana, Yunarto Wijaya juga mengingatkan Ketua Mahkamah Konstiusi Mahfud MD untuk tidak terlalu berlebihan menampilkan diri kepada media
"Akhir-akhir ini Mahfud memperlihatkan sikap aktifnya dalam memberikan opini, ini bisa menimbulkan multitafsir bagi publik terkait kasus tersebut," tambahnya.(fas/jpnn)

BACA JUGA: SBY Sapa JK sebagai Sahabat

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ribuan Petani Demo di Istana


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler