Jakob Oetama Meninggal, Wamenag: Semoga Engkau Selalu Tersenyum di Alam Keabadian

Kamis, 10 September 2020 – 08:22 WIB
Zainut Tauhid. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi punya penilaian tersendiri tentang sosok almarhum Jakob Oetama.

Di mata Zainut, pendiri Kompas Gramedia itu namanya sudah melegenda di dunia pers nasional.

BACA JUGA: Jakob Oetama Meninggal Dunia, Ganjar Cerita Kenangan yang Membekas di Benak

Hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk dunia pers, dunia yang membesarkan namanya. 

"Dengan kekuatan cinta dan kesabaran beliau telah berhasil membesarkan pers nasional di negeri tercinta," kata Zainut dalam pesan elektroniknya, Rabu (9/9).

BACA JUGA: Jakob Oetama Meninggal Dunia, Trias: Suatu Kehilangan yang Sangat Besar

Menurut Zainut, Jakob Oetama menjadi sumber referensi dan inspirasi dari berbagai kalangan jurnalis baik pemula maupun senior.

Jakob Oetama adalah figur jurnalis profesional yang mumpuni dan memiliki komitmen keindonesiaan dan kemanusiaan yang kuat.

BACA JUGA: Anies Baswedan: Kegiatan Usaha Jalan Terus, Kegiatan Kantor Jalan Terus, tetapi...

"Pak Jakob banyak mengajarkan nilai-nilai humanisme, demokrasi, dan keterbukaan. Keberpihakan pada kelompok kecil, rentan dan tertindas menjadi menu literasi media yang terus dibangun dan dikembangkannya," tutur Waketum Majelis Ulama Indonesia ini. 

Jakob memiliki sikap terbuka untuk menerima kritik dan pendapat. Namun tetap kritis dan konstruktif, karena hal itulah menjadi kekuatannya dalam menjalankan fungsi kontrol pers kepada pemerintah.

Sehingga, kata Zainut, Jakob Oetama tetap independen dan tidak tersandera oleh kelompok aliran politik manapun.

Tetap merdeka dalam menyampaikan kritik dan pendapat kepada siapa pun yang dianggap bersalah atau kurang bijak dalam menjalankan tugas negara.

Zainut menambahkan, Jakob Oetama adalah tokoh yang mengembangkan pemikiran keagamaan yang inklusif dan moderat.

"Sebuah praktik keagamaan yang menjaga harmoni kebinekaan,  kerukunan sosial, serta menghormati kearifan lokal dan memuliakan harkat kemanusiaan," terangnya.

Pesan-pesan moral yang disampaikan Jakon baik melalui lisan maupun tulisan, lanjutnya, selalu aktual dan mencerahkan.

"Kami semua merasa kehilangan sosok teladan yang rendah hati, sederhana dan selalu menginspirasi. Selamat jalan Pak Jakob Oetama, semoga engkau istirahat dengan tenang dan selalu tersenyum di alam keabadian," pungkasnya. (esy/jpnn)

 

 


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler