Jalan Tol Layang Terpanjang di Indonesia Siap Beroperasi

Rabu, 04 Desember 2019 – 19:49 WIB
tol Jakarta-Cikampek, daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto: Antara/Fakhri Hermansyah

jpnn.com, CIKAMPEK - Jembatan jalan tol layang terpanjang di Indonesia siap dioperasikan. Jalan tol layang ini berada di atas tol Cikampek ruas Cikunir hingga Karawang, Jawa Barat.

PT Waskita Karya menggandeng Acset menjadi kontraktor pembangunan jalan tol layang ini. Dirut PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (JJC) Djoko Drijono dan Direktur Operasi JJC

BACA JUGA: Sri Sultan HB X Pastikan Tidak Ada Rest Area di Jalan Tol

Biswanto bersama Corporate Communication and Community Development PT Jasa Marga Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru Santoso mengajak media menjajal jalan layang itu pada Rabu sore.

Djoko mengemukakan, jalan tol layang ini siap diresmikan untuk selanjutnya dioperasikan, baik fungsional maupun komersial.

BACA JUGA: Jokowi Resmikan Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Dia memperkirakan peresmian dilakukan pada 15-17 Desember 2019. "Kami masih menunggu tanggal pasti dari pemerintah," katanya.

Apabila diresmikan dan dioperasikan pada tanggal tersebut, maka jalan tol layang ini akan efektif untuk mengantisipasi kenaikan arus lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya yang melalui Cikampek menjelang akhir 2019 dan awal 2020.

BACA JUGA: Rest Area KM 166 Tol Cipali Punya Fasilitas Kumpul Komunitas Mobil

Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita-Acset mengerjakan proyek ini selama sekitar dua tahun.

Untuk kelayakan jalan layang ini, menurut dia, telah dilakukan uji laik fungsi dari berbagai unsur pemerintah.

Uji laik fungsi itu wajib sebagai syarat untuk mendapatlan Sertifikat Layak Operasi (SLO) sebelum diresmikan dan dioperasikan

Sedangkan Biswanto mengemukakan, jalan tol layang ini merupakan jembatan terpanjang di dunia, 38 kilometer (km).

Mengenai kuat jalan layang ini, dia menjelaskan, uji fungsinya dengan beban seberat 930 ton. Beban seberat itu sepadan dengan 38 truk berjejer dengan kekuatan penuh.

Untuk membangun jalan layang ini diperlukan setudaknya 6.000 pondasi. Kedalaman setiap pondasi mencapai 40 meter

"Jadi jangan khawatir dengan kekuatannya," kata Biswanto.

Rangkaian uji fungsi itu sudah selesai."Sudah selesai.Tapi belum tahu hasilnya karena harus diplenokan dulu," kata dia.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler