Jalan Utama Surabaya Akan Berbayar

Minggu, 19 Oktober 2014 – 08:38 WIB

jpnn.com - SURABAYA – Proyek pembangunan angkutan masal cepat (AMC) berbasis trem memang masih masuk tahap awal. Tapi, pemkot sudah menyiapkan strategi agar angkutan itu menjadi pilihan utama bagi warga untuk mobilitas di dalam kota kelak.

Salah satu yang bakal dilakukan pemkot adalah menerapkan jalan berbayar bagi kendaraan pribadi. Lokasinya di sepanjang akses utama dalam kota yang dilalui trem. Langkah itu diterapkan agar warga berpikir panjang bila ingin menggunakan kendaraan pribadi. Dengan demikian, mereka memilih menggunakan AMC berbasis trem.

BACA JUGA: Tabrak Tiang Reklame, Xenia Berantakan, Sopir Meninggal

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji mengungkapkan, kebijakan penggunaan jalan berbayar itu akan diimbangi dengan pembuatan sistem AMC yang nyaman dan terjangkau untuk warga. Selain itu, mobilitas warga bisa semakin mudah karena trem akan diintegrasikan dengan angkutan pendukung. ”Ada insentif untuk yang menggunakan trem. Tapi, disinsentif untuk yang kendaraan pribadi,” ujar dia.

Agus menuturkan, masyarakat memang masih mungkin mengendarai kendaraan pribadi di dalam kota. Tapi, mereka harus tahu konsekuensinya dengan membayar lebih. ”Kalau mereka mampu bayar, ya silakan. Naik trem akan dibikin terjangkau bagi warga,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pawai Budaya Meriahkan HUT ke-224 Kota Tanjung Selor

Selain penerapan jalan berbayar, langkah lain yang ditujukan untuk membatasi kendaraan pribadi di dalam kota adalah parkir mahal. Pemkot juga tak akan membiarkan mobil atau motor diparkir seenaknya di sepanjang jalan utama.

Pemkot juga bakal menyediakan fasilitas park and ride yang tak jauh dari halte yang dilewati AMC berbasis trem. Setidaknya sudah ada tujuh lokasi yang bakal dibangun tempat parkir yang terintegrasi dengan jalur AMC. Yakni, di Joyoboyo, Adityawarman, Mayjen Sungkono, Keputran, Blauran, Kertajaya, dan Arif Rahman Hakim.

BACA JUGA: Usulkan Konsep Layang Malang - Pandaan

Agus menuturkan, pemkot juga masih mencari lokasi lain yang berpotensi untuk dijadikan sebagai lokasi park and ride. Lahan yang dicari memang harus cukup luas untuk menampung mobil dan motor. ”Yang kami cari tentu di dalam kota,” imbuhnya.

Saat ini pemkot sedang begitu serius untuk merealisasikan proyek AMC berbasis trem. Proyek itu akan dikerjakan dengan PT KAI sebagai pemodal utama yang mendanai seluruh pembangunan trem sepanjang 17,14 kilometer. Sementara itu, pemkot akan menyediakan lahan. Pada tahap awal, pemkot dan PT KAI telah menyurvei lokasi trem lawas dahulu. (jun/c10/end)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Desak Kemenlu Percepat Pemulangan Jenazah Mayang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler