Jalankan Fungsi Asistensi Industri, Bea Cukai Awasi Kegiatan Ekspor di 2 Daerah Ini

Selasa, 02 Agustus 2022 – 20:41 WIB
Bea Cukai menjalankan fungsi asistensi industri dengan melakukan pengawasan terhadap kegiatan ekspor di Parepare dan Meulaboh. Foto: Dokumentasi Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai memiliki salah satu program unggulan, yaitu Klinik Ekspor.

Melalui program tersebut, instansi yang berada di bawah Kementerian Keuangan itu memberikan asistensi bimbingan, konsultasi, serta kemudahan dan kecepatan layanan kepabeanan kepada pelaku usaha agar berhasil melakukan ekspor.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Benih Lobster Gagal Diselundupkan, Nominalnya Wow, Bravo, Bea Cukai!

"Bea Cukai secara aktif memberikan asistensi dan melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan ekspor yang dilakukan pelaku usaha dalam negeri,” ujar Hatta Wardhana selaku Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Selasa (2/8).

Contohnya dilakukan Bea Cukai Parepare yang kembali memfasilitasi pengiriman sekitar 10 ribu MT cangkang sawit oleh PT Jambi Semesta Biomassa ke Jepang melalui Pelabuhan Belang-Belang, Mamuju, Sulawesi Barat.

BACA JUGA: Tim di Lampung dan Malang Bergerak, Bea Cukai Dapat Tangkapan Besar, Mantap!

Hatta menyampaikan permintaan terhadap ekspor cangkang sawit terjadi peningkatan secara signifikan yang terdorong oleh berbagai faktor.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap energi bahan bakar fosil, seperti minyak dan batu bara, cangkang sawit punya berbagai kelebihan sebagai energi biomassa.

BACA JUGA: Tentara AS dan Atlet Difabel Dapat Fasilitas dan Layanan Ini dari Bea Cukai

Cangkang sawit merupakan sumber daya alam yang renewable atau dapat diperbaharui, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap avaibility of stock atau ketersediaan pasokan.

Cangkang sawit juga diyakini lebih ramah lingkungan karena kadar sulphur carbon yang relatif lebih rendah.

Menurut Hatta, dengan menjaga kualitas, kuantitas maupun kontinuitas komoditas ini sangat diperlukan guna menjaga pasar ekspor cangkang sawit Indonesia tetap baik.

Lebih lanjut Hatta menyampaikan pengawasan terhadap kegiatan ekspor juga dilakukan Bea Cukai Meulaboh.

Bea Cukai Meulaboh bersama Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Calang memberangkatkan kapal ekspor muatan crude palm oil (CPO).

Kapal pengangkut barang ekspor ini bernama MT Chem Peace dan merupakan milik PT Kutai Refinery Nusantara.

Selanjutnya, kapal akan menempuh perjalanan jauh mengarungi Samudra Hindia dan akan berlabuh di Kakinada, India.

Sebelum berangkat ekspor, barang curah berupa CPO ini sebelumnya diperiksa petugas Bea Cukai Meulaboh, berupa pemeriksaan fisik dan uji lab.

Petugas menggunakan teknis sounding untuk mengukur jumlah barang curah, dalam hal ini CPO yang akan diekspor.

Sounding terbagi dua, yaitu sounding di awal dan di akhir pemuatan.

Setelah pemeriksaan berakhir, CPO kemudian dimuat keatas kapal dan siap untuk diekspor.

Sebelum berangkat, dilaksanakan pemeriksaan akhir atas barang yang telah dimuat.

CPO merupakan salah satu barang yang dikenakan bea keluar sebagai salah satu penerimaan negara.

Bea Cukai Meulaboh selaku kantor yang berwenang dalam urusan kepabeanan di sepanjang pesisir Aceh Barat-Selatan mendukung penuh kegiatan ekspor semacam ini yang melalui pelabuhan lokal, seperti calang. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler