Jalur Masuk Kota Palu Terputus Akibat Banjir dan Longsor

Senin, 27 Januari 2014 – 00:48 WIB
Akibat hujan yang mengguyur, jalur Trans Palu-Parigi mengalami longsor di beberapa titik. Akibatnya, jalur transportasi putus total. Foto ISHAK ARIF/RADAR SULTENG/JPNN.com

jpnn.com - PALU -  Hujan deras yang mengguyur wilayah kebun kopi Minggu (26/1) mengakibatkan ruas jalan Trans  Sulawesi tepatnya di wilayah Kebun Kopi tertimbun longsoran alias putus total. Sejumlah kendaraan yang akan berpergian ke arah Pantai Timur Kabupaten Parimo harus kembali lagi ke Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pasalnya beberapa titik jalan di wilayah tersebut tidak bisa lagi dilewati karena banyaknya badan jalan tertimbun longsoran material.

Hasil pantauan Radar Sulteng (JPNN Group) sekitar pukul 06.00 sampai 15.00 Wita sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak antrean di jalur kebun kopi. Pasalnya  sejumlah ruas jalan di wilayah Kebun Kopi arah  Toboli tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, karena banyaknya badan jalan yang tertimbun longsoran  khususnya sekitar KM 24 sampai 40 ke arah Taweli . Bahkan banyak kendaraan yang bosan menunggu terpaksa harus memutar arah untuk kembali ke Kota Palu.

BACA JUGA: Mobil Gubernur Ditabrak Pengendara Motor yang Mabuk

Muji ( 22) Warga Tondo yang hendak pergi ke Parigi mengaku bahwa dirinya menunggu hampir 4 jam namun belum ada penanganan, terpaksa harus kembali ke Kota Palu, ditambah lagi  melihat kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati serta hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

‘’Melihat hujan yang semakin deras dan kondisi jalan yang kian parah dengan adanya sejumlah longsor di depan terpaksa saya membatalkan perjalanan ke Parigi dan balik ke arah Palu,” jelasnya.

BACA JUGA: Kayu Berbuah Pisang Gemparkan Warga

Sementara itu, banyaknya alat berat yang ada di beberapa titik jalan di wilayah Kebun Kopi  namun hanya sebagian yang  beroperasi, sedangkan sebagian alat berat lainnya hanya diparkir di beberapa bibir jalan. Hingga sore kemarin, belum ada penanganan badan jalan yang tertimbun longsoran.

Sementara hujan deras selama sehari yang juga mengguyur wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala mengakibatkan arus lalulintas di Jalan Trans Palu-Donggala lumpuh total Sabtu kemarin (25/1).

BACA JUGA: Tukang Ojek Tewas Kecelakaan di Dekat Hotel

Di beberapa titik di sepanjang jalan trans Palu-Donggala yang mengalami kemacetan karena banyaknya material galian C di atas badan jalan setelah dibawa arus banjir akibat hujan. Seperti di Kelurahan Buluri Indah, dan Kelurahan Loli Dondo. Tapi yang paling parah yaitu di Jalan Trans Palu-Donggala kilo meter 24 Dusun Pangga Kecamatan Banawa karena semua badan jalan tertutup total oleh material galian c sehingga arus lalulintas di jalan tersebut macet.

Salah seorang pengawas lapangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulteng, Mas Adi, mengatakan material yang menimbun badan jalan itu, kurang lebih sepanjang 35 meter dengan ketinggian material sekitar satu setengah meter. ‘’Setelah kita lakukan pengukuran, maka selanjutnya kita akan turunkan alat berat untuk membuang material yang ada supaya aktivitas jalan kembali lancar,” katanya.

Menurut Mas Adi, jalan yang sudah tertimbung galian C itu, memang memerlukan perhitungan jika hendak dilakukan tindakan perbaikan. Namun pihaknya akan menunggu dulu sampai hujan berhenti dan longsor material galian C tidak turun lagi.

Banjir akibat hujan seharian juga terjadi di wilayah Kota Palu dan sekitarnya. Kondisi itu tidak hanya menimbulkan genangan air dimana-mana. Tetapi hujan deras seharian tersebut, mengakibatkan beberapa rumah warga tergenang. Seperti yang terjadi di Kelurahan Pantoloan Kecamatan Tawaeli.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sulteng, hujan deras di wilayah ini menyebabkan salah satu danau di wilayah Ova Kelurahan Pantoloan meluap. Luapan danau tersebut menyebabkan banjir dan mengalir ke pemukiman warga. Akibatnya puluhan rumah warga tergenang.

"Air yang menggenangi rumah kita ini luapan air dari danau Sibili, yang ada di wilayah Kelurahan Pantoloan ini," ujar Aryani (54) salah satu warga yang rumahnya terendam.

Banjir itu menggenangi setiap rumah warga, setinggi lutut orang dewasa. Kondisi itu menyebabkan warga terpaksa memindahkan sebagian isi rumah yang berharga ke tempat yang lebih tinggi. "Di wilayah ini, ada sekitar tiga puluh rumah yang terendam, termasuk rumahku," katanya lagi. (nto/cr8/cdy)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bakal Perluas KBS 2 Hektare


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler