Jangan Asal 2019 Ganti Presiden, Kasih Alasan Dong

Selasa, 01 Mei 2018 – 08:04 WIB
Massa #2019 Ganti Presiden dan #DiaSibukKerja berpapasan dan ricuh di arena di Car Free Day, Minggu (29/4). FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS

jpnn.com, JAKARTA - Kericuhan diwarnai perundungan diduga dilakukan massa berkaus #2019GantiPresiden di car free day (CFD) Jakarta Pusat, Minggu (29/4), mendapat perhatian luas masyarakat.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, partai politik mempunyai adil besar untuk mencegah agar tidak terjadi gesekan antarpendukung. Menurut dia, partai politik bisa mengedukasi pengurus dan konstituennya untuk tetap memeliharaan kedewasaan politik dan menyikapi perbedaan pilihan menjelang Pemilu 2019.

BACA JUGA: Mendagri Sebut Persekusi di CFD Sangat Tak Mendidik

Parpol juga mestinya membangun narasi yang mengandung edukasi politik, bukan sekedar sentimen ganti presiden atau tetap dua periode. Narasi itu berupa gagasan dan juga tawaran program beserta argumentasinya.

“Harus ada argumentasinya, kenapa harus dua periode dan kenapa harus ganti presiden, sehingga diskursus yang terbangun di kalangan masyarakat lebih substantif dan membangun politik yang beradab,” kata dia.

BACA JUGA: Korban #2019GantiPresiden: Anak Itu Menangis Kejer

KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu juga harus duduk bersama untuk membuat pengaturan yang bisa mengisi kekosongan hukum untuk mencegah terjadinya ekses dan benturan antar kelompok. Begitu juga pemerintah perlu membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan di masyarakat untuk memelihara kerukunan antar warga dan mengindari segala bentuk perbuatan yang bisa memicu terjadinya perpecahan dan benturan.

Tokoh agama dan masyarakat harus dilibatkan, sehingga upaya itu tidak dipandang sebagai aktivitas elite semata, tapi menjadi agenda bersama semua pihak.

BACA JUGA: #2019GantiPresiden vs #DiaSibukKerja, Laporan PSI Ditolak

Alumnus fakultas hukum Universitas Indonesia (UI) itu menyatakan, ketegangan sangat mungkin kembali terjadi, jika semua pihak tidak segera melakukan antisipasi. Menurut dia, harus ada strategi bersama yang terhubung dan sinergis antar semua aktor negara. “Sehingga pendekatannya tidak parsial dan jangka pendek,” tegasnya. (sam/idr/lum/far)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua DPP PKS: Massa #2019GantiPresiden di CFD Aksi Spontan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler