Jangan Biarkan Dana dari Kantong Plastik Berbayar Bocor

Kamis, 10 Maret 2016 – 18:35 WIB
Belanja di minimarket. Foto: ilustrasi.dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Lingkungan Jacob Hendrawan‎ menilai, program 'plastik bebayar' yang belakangan sudah berjalan, merupakan bentuk edukasi positif bagi masyarakat agar memahami tentang kebaikan lingkungan di sekitarnya. 

Sementara bagi industriawan, agar peduli terhadap hasil negatif yang diakibatkan oleh hasil produknya.

BACA JUGA: Langkah-langkah Kadin Dukung Program Lingkungan

"Pada prinsipnya, upaya membuat program kantong plastik berbayar  ini positif. Dimaksudkan agar masyarakat dan produsen tidak semena-mena menggunakan plastik-plastik dan membuangnya begitu saja. Karena memberi dampak negatif terhadap lingkungan dan berbahaya," ujar Jacob, Kamis (10/3).

Menurut Jacob, ‎masyarakat harus dibiasakan paham bahwa langkah yang dilakukan semata-mata sebuah edukasi positif bagi kebaikan lingkungan hidup, dan masyarakat industriawan dipaksa untuk ikut peduli terhadap hasil negatif dari produknya.

BACA JUGA: MPR Dukung Penuh Upaya Pemerintah RI Bantu Memerdekakan Palestina

Bilamana perlu, kata Jacob, industriawan melakukan research untuk memikirkan dampak negatif dari hasil produksiya. Dan masyarakat juga mulai di edukasi tentang penggunaan kantong belanja dari kertas sebagaimana telah dilakukan oleh negara-negara maju.

Kertas terbuat dari bahan dasar yang tergantikan dan terbarukan. Produksi tanaman pohon pinus dapat dikembangkan dengan mudah dan hutan-hutan pinus bisa diciptakan cukup mudah di Indonesia.

BACA JUGA: Rieke: Dirut Tersangka, Karyawannya Kok Tetap di-PHK

"Yang penting dari program plastik berbayar ini, bagaimana memenej keuangan asal konsumen plastik. Dan jangan sampai dana-dana dari masyarakat ini bocor, serta tidak tahu arah dan manfaatnya," ujar Jacob.(gir/jpnn)

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah Sosok yang Membuat Menteri Yuddy Cabut Laporan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler