Jangan Duduk Terlalu Lama, Ini Bahayanya

Senin, 17 Juli 2017 – 16:45 WIB
Ilustrasi. Foto: Pixabay

jpnn.com - Mungkin kelihatannya tak berisiko, tapi duduk adalah aktifitas yang berbahaya jika dilakukan terlalu lama. Jadi, berapa sebenarnya batas yang sehat untuk duduk'?

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi Tulang Belakang RS Premier Bintaro dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine menjelaskan batas normal duduk paling lama adalah satu jam.

BACA JUGA: Ini Gejala Kehamilan yang Tak Boleh Anda Abaikan

Setelah satu jam, maka seseorang disarankan untuk berdiri atau melakukan peregangan tubuh.

“Batas normal duduk itu paling lama 1 jam, terus berdiri, atau kursinya direbahkan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (16/7).

BACA JUGA: Kartu Bekasi Sehat Sedot Anggaran Rp 27 Miliar

Harmantya menjelaskan jika seseorang duduk terlalu lama maka beban akan berfokus ke pinggang dan bokong. Beda jika tubuh berdiri, maka beban akan diteruskan ke kaki.

“Kalau duduk itu, beban berfokus pada pinggang. Kepala, punggung mentok di pinggang hingga ke bokong. Jadi jika tubuh berdiri, beban masih bisa dikurangi di pinggang,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ini Bahayanya Tinggal di Kota Berpolusi Tinggi

Harmantya menjelaskan bantalan tulang isinya gel. Jika duduk terlalu lama, maka gel di dalam bantalan akan ditekan terus hingga gepeng.

“Maka harus berdiri dulu biar melar lagi. Jika tidak, maka akan terkena nyeri tulang belakang. Tentu beda dengan asam urat biasanya kalau asam urat hanya pengaruhi sendi-sendi kecil,” paparnya.

Harmantya menjelaskan ada dua faktor yang tidak bisa diubah dan mempengaruhi nyeri tulang belakang. Yakni tinggi badan dan jenis kelamin.

“Orang dengan tinggi badan di atas 175 centimeter lebih berisiko kena nyeri tulang belakang karena tulangnya berat. Misalnya pemain basket. Dan juga pria lebih rentan terkena nyeri tulang belakang. Kalau faktor risiko yang bisa diubah misalnya gaya hidup dan berat badan,” jelasnya. (cr1/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kaitan Rasa Sakit Kronis dengan Penurunan Ingatan Lansia


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler