Jangan Kaget, Polisi Berseliweran Menenteng Senjata Laras Panjang

Minggu, 18 Desember 2016 – 19:43 WIB
Polisi bersenjata. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - PONTIANAK – Warga Kota Pantianak, Kalbar, belakangan resah karena aksi pembegalan marak. Polisi pun geregetan.

Patroli langsung digencarkan. Jadi, jangan heran jika melihat polisi berseragam dan bersenjata lengkap, mengendarai sepeda motor dan mobil berkeliling Kota Pontianak.

BACA JUGA: Sreeet! Uang Ditarik dari ATM, Saldo tak Berkurang

Anggota polisi itu tidak hanya menciptakan kondusifitas di jalan raya. Tetapi mereka juga sudah diperintahkan untuk menembak pelaku begal yang meresahkan warga.

Senjata yang dibawa polisi itu bukan hanya laras pendek (pistol), tetapi juga laras panjang. Mereka turun ke jalan per regu (kelompok).

BACA JUGA: Mengaku Janda, Masuk Rumah tanpa Permisi, ternyata...

Satu regu terdiri dari 16 anggota, mengendarai sepeda motor dan mobil. Mereka tidak hanya melintasi jalan raya, tetapi juga masuk ke pemukiman warga.

“Berkaitan dengan tindak tegas, kami tak segan-segan menembak pelaku begal. Ini menjadi atensi,” tegas Kompol Albertus Manurung, Kasat Sabhara Polresta Pontianak kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Sindikat Penipuan CPNS Sudah Raup Rp 8,7 Miliar

Menurut Kompol Alber, tindak kejahatan dengan kekerasan (Curas) seperti jambret maupun begal atau street crime lainnya mendapat perhatian serius polisi.

“Tertangkap tangan melawan dan membahayakan, kita tembak. Ini tindakan represif sesuai protap,” tegasnya lagi.

Selain mengerahkan berbagai anggota dari fungsi Sabhara, Polresta juga menyusun kekuatan dengan menggerakkan jajaran Polsek di Kota Pontianak. “Polresta dan Polsek-Polsek akan turun semua mengantisipasi kejahatan ini,” jelas Kompol Alber.

Dia meminta masyarakat yang menjadi korban cepat melapor kepada polisi terdekat. Baik Pospol maupun Polsek atau langsung ke Mapolresta Pontianak.

“Sejauh ini sudah ada beberapa laporan yang masuk berkaitan kejahatan membahayakan masyarakat itu,” ujarnya.

Kompol Alber mengimbau masyarakat tetap waspada. Terutama wanita yang kerap menjadi incaran pelaku. “Jangan sendirian, dan tetap hati-hati,” pesannya.

Dia juga mengingatkan warga agar tidak mengangkat telepon di jalan raya, mengenakan perhiasan berlebihan dan tas diselempangkan di samping. Ini kerap kali memunculkan niat pelaku untuk beraksi. “Biarkan saja telepon berdering, jangan membawa barang berharga berlebihan,” jelas Kompol Alber.

Sedangkan masyarakat yang sudah mendapatkan nomor telepon anggota kepolisian yang melakukan patroli dialogis, jika melihat suatu tindak kejahatan, segera menghubungi.

“Kita akan cepat datang, hubungi kita. Karena selain patroli, kerjasama dari masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menjaga Kamtibmas,” ungkap Kompol Alber. (zrn/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Baru Keluar dari Kamar Pijat Plus-plus, Eh...Ditangkap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler