Jangan Kalah Lawan Jaringan Narkoba Internasional

Senin, 15 Juni 2020 – 06:06 WIB
Bareskrim Polri merilis pengungkapan kasus sabu-sabu di Sukabumi. Foto: Humas Polri

jpnn.com, JAKARTA - Komisi III mengapresiasi pengungkapan 1,2 ton sabu-sabu dalam dua pekan yang dilakukan Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Merah Putih.

Meski begitu, Komisi III mengingatkan aparat hukum tidak boleh menyerah dan lengah melawan narkoba.

BACA JUGA: Polisi Temukan Satu Kotak Butiran Peluru di Rumah Pengedar Narkoba

“Satu hal yang perlu kita apresiasi adalah kinerja Polri bersama segenap komponen masyarakat yang kali ini mampu lagi mengungkap peredaran sabu-sabu hingga 1,2 ton (selama dua pekan),” kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Didik Mukrianto pada Senin (15/6)

Didik mengaku prihatin karena meskipun segenap aparat dan komponen bangsa tidak henti melakukan perang terhadap narkoba, ternyata jaringan obat terlarang ini ini tidak jera dan berhenti.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Umat Islam akan Lawan RUU HIP, Kapal TNI Dikepung, Malam Pertama Mita

“Dari hari ke hari secara faktual dapat kita lihat penangkapan dan pengungkapan kasus narkoba terus terjadi dan juga tidak berhenti, namun nyatanya jaringan narkoba semakin melebarkan ruang gerak dan covering wilayah penyebarannya,” paparnya.

“Dalam perspektif pemberantasan narkoba, mereka (jaringan narkoba) melihat strategisnya wilayah Indonesia untuk beroperasinya jaringan narkoba. Baik karena pasar sangat menjanjikan maupun wilayah sedemikian luas, dan banyaknya pintu-pintu masuk khususnya yang di luar jangkauan aparat penegak hukum, membuat jaringan narkoba masih terus leluasa melancarkan aksinya,” tambahnya.

BACA JUGA: Wah, Anggota Dewan Bukannya Kerja untuk Rakyat Malah Sibuk Nyabu

Dia menekankan, pemberantasan narkoba idealnya harus bersamaan dan terus menerus baik di hulu maupun hilirnya agar supply dan demand terputus.

Pelibatan masyarakat sebagai mata dan telinga, khususnya di daerah tak terjangkau penegak hukum menjadi sangat penting dalam perang menghadapi penyelundupan, produksi maupun peredaran narkoba.

“Melihat masifnya jaringan narkoba bergerak, dihadapkan kepada keterbatasan aparat penegak hukum, akan lebih efektif apabila aparat penegak hukum melibatkan masyarakat lebih banyak lagi, khususnya untuk jalur-jalur tikus yang jauh dari pantuan aparat keamanan,” lanjut Didik.

“Untuk kejahatan luar biasa narkoba ini, negara dan kita semua tidak boleh menyerah dan kalah melawan narkoba, karena kejahatan ini bukan hanya meluluhlantakkan moral dan karakter generasi bangsa, lebih dari itu apabila tidak tertangani dengan baik bisa dipastikan akan menghancurkan pondasi kekuatan suatu negara,” imbuhnya.

Sebelumnya ramai diberitakan media massa, tim khusus Satgasus Merah Putih yang dipimpin Kombes Herry Heryawan kembali mengungkap peredaran sabu-sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat pada awal Juni 2020 lalu.

Lima pelaku diamankan dengan barang bukti 402 kilogram narkotika jenis sabu.

Pengungkapan kasus besar bukan sekali ini dilakukan Satgasus Merah Putih. Sepanjang 2020 setidaknya Satgasus Merah Putih yang kini dikepalai Brigjen Ferdy Sambo berhasil menggagalkan peredaran lebih dari 1,6 ton sabu-sabu.

Selain pengungkapan 288 Kg sabu di Serpong, Tangerang, pada 30 Januari, dua kasus besar yang berhasil terbongkar dilakukan dalam waktu dua pekan yaitu 821 kg sabu di Banten pada 25 Mei dan 402 Kg sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat pada 4 Juni silam. (flo/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler