Jawaban Bidan Cantik Owner Arisan Online Bodong Soal Solusi Pengembalian Uang Anggota

Jumat, 23 April 2021 – 22:05 WIB
Tersangka Indri saat digiring tim penyidik Satreskrim Polres Muba. Foto : Boi/Harian Muba

jpnn.com, SEKAYU - Polisi masih terus memeriksa bidan cantik asal Babat Toman, Indri Apria Sari, 24, owner arisan online bodong yang sebelumnya menyerahkan diri bersama keluarga dan penasihat hukum, Senin (19/4/2021) siang lalu.

Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya mengungkapkan bahwa arisan bodong ini pernah diikuti tersangka Indri secara online di salah satu website.

BACA JUGA: Dua Pemuda dan Satu Mama Muda Hanya Bisa Pasrah saat Disergap Polisi

“Di sana dia (tersangka) ikut bermain arisan get duel dan kenal dengan seseorang berinisial Ad. Tersangka sempat mentransferkan uang Rp110 juta kepada Ad,” ujar Kapolres

Setelah mengetahui bagaimana sistem atau kerja arisan tersebut, sambung Erlin, tersangka mencoba membuka arisan online sendiri di daerah tempat tinggalnya di Desa Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin.

BACA JUGA: Defri Ramadhansyah Sekarang Jalannya Pincang, Kakinya Bolong Diterjang Peluru Polisi

“Dia memulai arisan sejak September 2020 hingga berakhir 13 Maret 2021. Jumlah anggota aktif 180 orang dengan besaran uang yang diikutkan beragam, mulai dari Rp3 juta-Rp10 juta,” kata Erlin.

Untuk pasangan maksimum sebesar Rp10 juta dan dapat mengambil dua slot arisan.

BACA JUGA: Bidan Cantik Owner Arisan Online Ini Selama Pelarian Sembunyi di Palembang, Kini Ditahan Polisi

“Keuntungannya dalam waktu 30 hari dapat 100 persen dari jumlah uang yang dipasang (disetor),” jelasnya

Erlin mengatakan dari hasil penyelidikan pihaknya mendapati ada peserta yang diuntungkan dan dirugikan dalam arisan ini.

Sebanyak 52 orang peserta mendapatkan keuntungan yang menurut pihaknya sangat tidak wajar, keuntungan lebih dari 100 persen.

“Sementara ada 74 orang peserta yang sama sekali rugi, masukkan uang arisan, namun tidak menerima apa-apa. Ini yang mau dalami,” ungkapnya.

Di hadapan polisi, Indri mengatakan hingga saat ini dirinya belum memiliki solusi bagaimana cara mengembalikan uang para peserta.

“Saya tidak ada sama sekali menggunakan uang peserta. Saya hanya dapat biaya administrasi dari anggota, besarannya tergantung dari slot yang diikuti,” kata Indri saat pertama kali dihadirkan dalam konfrensi pers di Mapolres Muba, Jumat (23/4/2021) siang.

Saat ditanya alasan dirinya menghilang setelah sejumlah peserta protes uang arisan tidak dibayarkan, Indri menuturkan dirinya tidak kabur, hanya saja berusaha mengamankan diri.

“Saya tidak kabur, namun hanya mengamankan diri. Sebab banyak orang yang datang ke rumah mencari saya,” cetusnya.

Indri mengaku pertama kali mengikuti arisan secara online di salah satu situs di internet.

BACA JUGA: Dua Pemuda dan Satu Mama Muda Hanya Bisa Pasrah saat Disergap Polisi

“Awalnya sebagian uang arisan sudah ditransfer ke Palembang. Untuk menutupi ini saya tidak ada uang, kalau mau berhenti banyak yang dirugikan, makanya arisan saya teruskan, hingga berakhir begini,” bebernya.(boi/dho/sumeks)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler