Jelang Bertanding di Rusia, Daud Yordan Sowan ke DPD RI

Rabu, 18 April 2018 – 02:35 WIB
Petinju andalan Indonesia Daud Yordan (kiri) bertemu Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono. Daud meminta restu sebelum bertarung melawan Pavel Malikov di Rusia pada Minggu (22/4/2018). Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Petinju andalan Indonesia Daud Yordan, dijadwalkan akan bertarung di kelas ringan 61,2 kg melawan Pavel Malikov di Rusia pada Minggu (22/4/2018) mendatang.

Guna meminta dukungan dan doa restu, Daud menyempatkan diri sowan ke Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono di ruang kerjanya, Senin (16/4/2018) di Kompleks Parlemen Senayan.

BACA JUGA: DPD RI Merekomendasikan Lima Calon Anggota BPK

Dalam perbincangan ringan dengan wartawan, Daud ke Rusia rencananya akan bertanding memperebutkan juara WBO Intercontinental, WBA Eliminator, dan WBA Asia.

Demi kejuaraan tersebut, Daud sudah melakukan persiapan yang matang dan telah berlatih selama kurang lebih 3 bulan di Titobox, Madrid, Spanyol. 

BACA JUGA: DPD RI Siapkan Aturan untuk Penambahan Satu Kursi Pimpinan

“Intinya kedatangan saya meminta doa restu sekaligus dukungan, supaya saya bisa menang," ujar Daud.

Ia pun sempat bercerita soal latihannya di Titobox Spanyol. "Yang pasti metodenya berbeda, di sana juga banyak melakukan sparring dengan petinju-petinju profesional lain," kata Daud.

BACA JUGA: Setelah Mengubah Tatib, DPD Proses Penambahan Pimpinan

Meski demikian, dia menyatakan segala persiapan yang dia lakukan selama ini sudah cukup matang untuk menghadapi Malikov. Dia tak menampik jika Malikov adalah lawan yang juga cukup tangguh. Terlebih, ini adalah pertandingan perdananya melawan Malikov.

Saat ditanyai apakah dia memiliki ambisi untuk menumbangkan Malikov sebelum ronde ke 12, dia belum dapat memastikan hal tersebut. "Intinya juara dulu, kalau bisa KO ya lebih bagus lagi," ucapnya.

Menurut rencana, Daud akan berangkat ke Rusia pada Rabu (18/4/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono mengaku bangga dan senang dengan rencana pertandingan Daud Jordan melawan Malikov tersebut. Pasalnya, kata Nono, sebelumnya Daud kehilangan gelar juara karena gagal bertanding di Paris dan inggris.

“Saya berharap Daud bisa menang dan kembali juara. Karena kemarin kan sempat kehilangan gelar, kalau lawan Malikov menang, dia akan bertanding menghadapi petinju hasil dari pertandingan Ukraina versus Venezuela di kejuaraan dunia,” tandasnya.

Ia pun sangat mengapresiasi dan bangga atas prestasi yang dicapai Daud Jordan dalam cabang olah raga tinju kelas ringan WBA Internasional.

“Kita harus bersyukur di tengah pacekliknya prestasi Indonesia khususnya di tingkat dunia, muncul seorang anak bangsa bernama "Daud Cino” Jordan dengan meraih prestasi dunia dalam olah raga tinju profesional. Daud yang seorang anak kampung (daerah) telah menunjukkan kepada kita semua bahwa orang dari keluarga biasa saja bisa berprestasi di tingkat dunia melalui perjuangan yang luar biasa," ungkap Nono Sampono.

Mantan ketua umum PB Pertina masa bakti 2002-2007 ini menceritakan, prestasi yang dicapai Cino saat ini tidaklah mudah, melalui perjuangan dan latihan yang keras penuh kedisiplinan serta semangat pantang menyerah. 

Bayangkan, saya mengambil Daud Jordan dari orang tuanya sejak dari bangku SMP. Melalui latihan dan perjuangan yang panjang, jatuh bangun, kalah menang. Diawali dari junior sampai senior tinju amatir, prestasi yang diraih sangat membanggakan, Daud Jordan berhasil menyabet juara nasional dan event-event internasional," tuturnya. 

Menurut Nono, Daud Jordan punya peluang seperti petinju Chris John. Bahkan diharapkan mencapai prestasi lebih tinggi seperti petinju dunia lainnya yaitu De Lahoya, Galaxy dan Manny Pacquiao.

Lebih jauh, mantan Komandan Koprs Marinir TNI AL ini menegaskan bahwa saat ini diperlukan anak-anak bangsa yang bisa mengangkat martabat bangsa Indonesia di tingkat internasional melalui prestasi-prestasi, khususnya di bidang olahraga. “DPD RI saat konsen dan komitmen untuk mengangkat prestasi anak anak daerah khususnya di bidang olahraga,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa nama-nama seperti Elias Pical, Chris John, Thomas Americo, Rudi Hartono, Liem Swi King, Iie Sumirat, Icuk Sugiarto, Susi Susanti, dan lain sebagainya telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat internasional.

"Prestasi bisa dilakukan siapa saja dan bidang apapun sesuai kemampuan dan kapasitasnya. Bila semua anak bangsa terutama generasi muda berlomba ingin mendapat prestasi, apalagi di tingkat internasional, niscaya Indonesia akan menjadi negara maju, Indonesia akan diakui dan dihormati dunia internasional," pungkasnya.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... OSO Semangati Mahasiswa dengan Konsep 5S


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler