Jelang Pemilu 2024, Isu Polusi Udara Jadi yang Krusial Bagi Generasi Z

Selasa, 01 Agustus 2023 – 11:32 WIB
Polusi udara. Ilustrasi. Foto dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Memasuki tahun politik 2024, kesadaran akan isu lingkungan khususnya polusi udara menjadi hal yang penting bagi pemangku kebijakan di Indonesia.

Co-Founder Bicara Udara Ratna Kartadjoemena mengatakan peran generasi Z menjadi sangat krusial dalam menentukan pemimpin yang peduli dan mendukung isu-isu lingkungan dalam Pemilu 2024.

BACA JUGA: Dokter Spesialis Kulit Peringatkan Dampak Negatif Polusi Udara pada Kesehatan, Ini Tipnya

“Penting bagi generasi Z untuk memahami dan teredukasi tentang isu-isu politik, terutama polusi udara, agar dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia,” ucap Ratna dalam keterangannya, Selasa (1/8).

Untuk itu, pada 24-28 Juli 2023, Bicara Udara mengadakan acara "Biru Voices Bootcamp 2023" di Teras Bhumi Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

BACA JUGA: Awas! Polusi Udara Bisa Sebabkan Bayi Terlahir Prematur

Acara ini merupakan pelatihan untuk anak-anak muda dari berbagai universitas yang bertujuan untuk melatih mereka menjadi duta udara bersih.

“Kami mau membekali anak muda dengan ilmu yang diperlukan untuk mengawal isu polusi udara ini sampai ada solusinya," kata dia.

Ratna bilang, polusi udara yang semakin meningkat harus menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kualitas hidup di tanah air.

Dampak polusi udara tidak hanya mengancam kesehatan tetapi juga dapat berdampak kepada perekonomian Indonesia.

Dia menuturkan bahwa peserta Biru Voices 2023 akan dibekali dengan keterampilan kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi yang efektif, pemahaman mendalam mengenai polusi udara, dan jaringan kuat untuk memperluas kolaborasi dalam mencari solusi atas masalah ini.

“Terutama menjelang pemilihan presiden dan kepala daerah, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran generasi Z dalam memilih pemimpin yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan, khususnya mengatasi masalah polusi udara,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Researcher at the Department of Politics and Social Change Edbert Gani mengungkapkan isu polusi udara harus memiliki tempat dalam perdebatan atau diskusi publik dalam Pemilu 2024, terutama di wilayah perkotaan.

“Saya rasa untuk orang-orang yang mau menghirup udara bersih itu hal yang jadi prioritas ya. Kalau kita merasa bahwa polusi udara sangat mengganggu keseharian, pasti harusnya mengarahkan kebijakan publik yang bisa mendukung isu polusi udara,“ tutur Edbert. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler