Dokter Spesialis Kulit Peringatkan Dampak Negatif Polusi Udara pada Kesehatan, Ini Tipnya

Rabu, 24 Mei 2023 – 17:01 WIB
Polusi udara. Ilustrasi. Foto dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Polusi udara menjadi silent killer yang dapat memengaruhi kualitas hidup berbagai makhluk hidup, termasuk manusia.

Sebab, untuk kesehatan kulit polusi udara memiliki kaitan erat dengan proses penuaan pada manusia, mulai dari usia dini hingga dewasa.

BACA JUGA: Awas! Polusi Udara Bisa Sebabkan Bayi Terlahir Prematur

Dermatolog dan Spesialis Kulit Dr. Agung Muhammad Reza mengatakan hubungan antara polusi udara dan kesehatan kulit sangat kompleks.

"Salah satu dampak yang paling terlihat ialah penuaan dini pada kulit yang disebabkan oleh faktor eksternal atau faktor eksogen," ujar Agung dalam keterangan tertulis, Rabu (24/5).

BACA JUGA: Langkah Penting Mengurangi Terkena Paparan Polusi Udara, Begini

Menurut Agung, paparan polusi udara termasuk asap knalpot kendaraan, asap rokok dapat menyebabkan efek jangka pendek dan jangka panjang pada kulit.

Dia menjelaskan efek jangka pendek polusi udara pada kulit, meliputi kekusaman dan kehilangan kecerahan, sementara, jangka panjang, yakni garis halus, keriput, hiperpigmentasi, dan bintik-bintik hitam.

BACA JUGA: Waduh, Polusi Udara Bisa Mengakibatkan Kebutaan, Ini 5 Tips Melindungi Mata Anda

"Polusi udara merupakan ancaman serius bagi kesehatan kulit. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan pencegahan dan menggunakan produk perawatan kulit yang dapat memperbaiki dan melindungi," ungkapnya.

Agung juga memperingatkan seseorang yang bekerja di luar ruangan atau tinggal di lingkungan yang terpapar polusi udara, seperti pekerja konstruksi, petani, atau polisi lalu lintas, berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan kulit.

Karena itu, untuk mencegah kerusakan kulit dia menyarankan penggunaan masker dan tabir surya yang mengandung sifat anti-polusi.

"Selain itu, kerusakan kulit yang telah terjadi akibat polusi udara sebenarnya dapat diperbaiki dengan menggunakan produk perawatan kulit yang memiliki sifat regeneratif," tambahnya.

Lebih lanjut, Agung menekankan pentingnya melindungi kulit dari kerusakan lingkungan, terutama akibat polusi udara sehingga diharapkan masyarakat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

"Saya sebagai seorang spesialis Dermatovenerologi ingin mengajak semua orang untuk mendukung upaya perbaikan kualitas udara," tutup Agung. (mcr28/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler