Jelang Pemilu, Pemuda Katolik Gelar Konferensi Kluster Cendekiawan dan Akademisi

Sabtu, 16 Desember 2023 – 22:19 WIB
Konferensi Cendikiawan dan Akademisi Pemuda Katolik di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: dok Pemuda Katolik

jpnn.com, JAKARTA - Sedikitnya 100 cendekiawan dan klaster akademisi Pemuda Katolik akan mengikuti Konferensi Cendikiawan dan Akademisi Pemuda Katolik di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu-Minggu, 16-17 Desember 2023.

Kegiatan yang diprakarsai Pengurus Pusat Pemuda Katolik ini dalam rangka konsolidasi klaster cendikiawan dan akademisi Pemuda Katolik guna menyongsong Pemilu 2024 mendatang.

BACA JUGA: Menko Muhadjir Terkagum-kagum, Lalu Mengeluarkan Seruan untuk Umat Katolik 

Konferensi ini mengangkat tema, “Melangkah Pasti Menuju Indonesia Emas 2045”.

Berbicara soal tema, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma mengatakan pertemuan tersebut untuk menyatukan visi melihat Indonesia ke depan pasca-Pemilu 2024.

BACA JUGA: Umat Katolik Berharap Pemilu 2024 Berjalan Tanpa Ujaran Kebencian

Dia berharap keberlanjutan pembangunan dan capaian pemerintah hari ini tidak terpengaruh oleh kepentingan politik pilpres semata.

Pemilu damai, menurut Gusma, hendaknya tidak diwarnai ujaran kebencian, saling menghina, politisasi SARA, apalagi sampai ada upaya mendelegitimasi proses dan hasil Pemilu nanti yang sudah berjalan sehingga tidak merepitisi sejarah krisis.

BACA JUGA: Pimpin Misa Perayaan Paskah, Uskup Agung Kupang Ajak Umat Katolik Bantu Penanganan Stunting

“Pilpres adalah peristiwa 5 tahunan rutin, maka pesta demokrasi ini perlu dirayakan dengan gembira. Saat ini dukungan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi cukup tinggi, maka keberlanjutan pembangunan ini perlu dipertahankan,” sebutnya.

Situasi pasca-pemilu adalah momentum strategis untuk memastikan keberlanjutan pembangunan sekarang.

“Kehadiran klaster cendikiawan dan akademisi Pemuda Katolik akan memberikan pembobotan terhadap pelaksanaan Pemilu di Indonesia. Masukan yang konstruktif para cendikiawan dan akademisi sangat dibutuhkan bagi keberlanjutan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Konferensi ini akan diisi dengan beberapa agenda penting seperti Focus Group Discussion terkait nilai Pancasila dan SDM yang kompetitif dan adaptis sebagai fondasi kuat pendukung visi Indonesia Emas 2045, serta strategi gerakan politik awam Katolik pasca Pilpres 2024.

Selain itu, akan ada pembahasan soal kolaborasi keberlanjutan program pemerintah pada basis umat Katolik.

Hadir sebagai pemantik diskusi Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI, Romo Hans Jeharut, Rektor UNTAR, Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan; Ketua Umum Presidium ISKA, Lucky Yusgiantoro, Dirjen Bimas Katolik, Suparman, dan anggota DPD RI, Angelo Wake Kako.(flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler