Jemaah Pesantren Ini Mulai Salat Tarawih

Rabu, 22 April 2020 – 18:54 WIB
Ilustrasi Salat Tarawih di Pondok Pesantren Mahfilud Dluror Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember pada awal Ramadan 1440 Hijriah (2019). Foto: ANTARA/Zumrotun Solichah

jpnn.com, JEMBER - Jemaah Pondok Pesantren Mahfilud Dluror di Desa Suger Kidul, di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso, Jawa Timur mulai melaksanakan Salat Tarawih, Rabu (22/4) malam.

"Insyaallah malam ini kami bersama para santri dan warga yang berada di sekitar pondok pesantren melaksanakan Salat Tarawih dan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan besok, Kamis (23/4)," kata Pengasuh Pesantren Mahfilud Dluror, KH Ali Wafa, dihubungi melalui telepon.

BACA JUGA: Salat Tarawih Tercepat Hanya di Sini, 10 Menit Kelar !

Dia menjelaskan, penetapan awal puasa tersebut berdasarkan keyakinan yang menggunakan acuan sistem khumasi (dari Bahasa Arab artinya lima/khomsatun) yang berdasarkan pada kitab Nushatul Majaalis karangan Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi'i yang sudah dijalankan selama 194 tahun.

"Sistem penghitungan khumasi, yakni penentuan awal puasa tahun ini bisa dengan cara menghitung lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya, sehingga tahun depan juga sudah bisa ditentukan kapan mulai menjalankan ibadah puasa," tuturnya.

BACA JUGA: Ketum PP Muhammadiyah Singgung Umat Islam yang Ngotot Ibadah di Masjid

Ia menjelaskan, awal Ramadan tahun lalu jatuh pada Minggu, sehingga tahun ini awal puasa dihitung lima hari mulai Minggu, Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis ditentukan sebagai awal Ramadan tahun ini.

"Kitab Nushatul Majaalis mengajarkan tentang metode tersebut sudah dipakai sejak pondok pesantren itu berdiri, yakni tahun 1826, sehingga pelaksanaannya juga sudah dilakukan selama ratusan tahun dan diikuti oleh santri dan alumni pesantren tersebut dari berbagai daerah," katanya.

BACA JUGA: Perampok Makin Nekat Banget

Ali Wafa mengatakan, sebagian santri yang berada di luar kota sudah pulang ke kampung halamannya seiring dengan pandemi virus corona, sehingga jumlah santri yang masih berada di pesantren sekitar 200 orang.

"Selama pandemi COVID-19, tidak ada kegiatan sekolah di pesantren sesuai dengan imbauan pemerintah, namun untuk aktivitas pondok masih berjalan seperti biasa," ujarnya.

Ia menjelaskan, perbedaan penetapan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror juga dihargai umat Islam lainnya sehingga tidak pernah memicu konflik di kalangan umat.

Sementara, Tim Rukyatulhilal Kantor Kementerian Agama Jember akan melakukan rukyatulhilal pada Kamis (23/4) di menara Masjid Besar Al-Hikmah Kecamatan Puger.

"Markas rukyat di puncak menara Masjid Besar Al Hikmah Puger dan menara itu terletak pada ketinggian 70 mdpl dan sesuai hasil hisab Kemenag, diperkirakan hilal akan terlihat dengan jelas karena posisinya berada di atas dua derajat," kata Ketua Tim Rukyatulhilal Kantor Kemenag Jember Ahmad Izzuddin. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler