Jemaah Salat Jumat di Hagia Sophia Berterima Kasih kepada Presiden Erdogan

Sabtu, 25 Juli 2020 – 05:17 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan dan istri, Emine Erdogan, berpose di Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki, 23 Juli 2020. Foto: ANTARA FOTO/Murat Cetinmuhurdar/PPO/Handout via REUTERS/aww

jpnn.com, ISTANBUL - Ribuan warga Turki berkumpul di dekat Hagia Sophia untuk salat Jumat perdana sejak pemerintah memutuskan bekas gereja tersebut diubah fungsinya menjadi masjid.

Kerumunan orang ada di pos-pos pemeriksaan yang mengelilingi jantung bersejarah Istanbul, tempat ribuan polisi menjaga keamanan. Saat memasuki area aman para jamaah yang memakai masker duduk di atas sajadah di Alun-Alun Sultanahmet.

BACA JUGA: Keputusan Presiden Erdogan Sangat Menyakiti Perasaan Paus Fransiskus

"Kami mengakhiri kerinduan selama 86 tahun hari ini," kata seorang Muslim bernama Sait Colak, merujuk pada hampir sembilan dekade sejak Hagia Sophia dinyatakan sebagai museum dan tidak lagi menjadi tempat ibadah.

"Terima kasih kepada presiden dan keputusan pengadilan, hari ini kami akan mengadakan salat Jumat di Hagia Sophia."

BACA JUGA: Gereja Ortodoks Rusia Kecam Rencana Erdogan Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid

Erdogan segera mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid setelah Mahkamah Agung Turki mencabut status museum bagunan itu pada awal Juli ini.

Hagia Sophia merupakan katedral Bizantium Kristen selama 900 tahun sebelum direbut oleh penjajah Ottoman dan berfungsi sebagai masjid hingga 1934.

BACA JUGA: Mengapa Rezim Erdogan Terus Menindas Simpatisan Gulen?

Selama 17 tahun pemerintahannya, Erdogan telah memperjuangkan Islam dan ketaatan beragama dan mendukung upaya untuk mengembalikan status masjid Hagia Sophia. Dia mengatakan umat Islam harus dapat beribadah di sana lagi.

Alih fungsi Hagia Sophia menjadi masjid memicu kritik sengit dari para pemimpin gereja, yang mengatakan perubahan menjadi fungsi eksklusif ibadah Muslim berisiko memperdalam perpecahan agama.

Turki mengatakan situs itu akan tetap terbuka untuk para pengunjung dan karya seni Kristen di situs itu akan dilindungi.

Erdogan telah membentuk kembali republik modern Turki, yang didirikan hampir seabad yang lalu oleh Mustafa Kemal Ataturk, seorang sekularis yang setia, mencabut larangan jilbab Muslim di depan umum, mendorong pendidikan agama dan menjinakkan militer Turki yang kuat, yang pernah menjadi benteng nilai-nilai sekuler Ataturk.

Di dalam Hagia Sophia, lukisan-lukisan Kristen dan mosaik berkilauan menghiasi kubah besar dan aula tengah akan ditutupi tirai selama waktu shalat Muslim, tetapi tetap dipajang selama sisa waktu. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler