Jembatan Gantung Sudah Dua Hari Dibiarkan Putus

Selasa, 08 April 2014 – 18:48 WIB

jpnn.com - MUSI RAWAS - Jembatan gantung di Desa Kembang Tanjung, Kecamatan BTS Ulu Cecar, Kabupaten Mura sudah sudah dua hari dibiarkan putus lantaran diterjang arus sungai Musi yang belakangan debit airnya meningkat hingga melewati tinggi jembatan.

Menurut warga, tingginya debit air sungai Musi akibat kiriman dari sungai yang berada di Kabupaten Empat Lawang. Tak ayal, sejumlah pemukiman warga di pinggiran sungai sempat terendam kemarin dan sekarang sudah kembali normal.

BACA JUGA: Praktik Belanja, Siswa SD Beli Bir

"Hari Minggu sore (6/4) putus jembatan diterjang arus sungai yang tinggi kiriman dari daerah Kabupaten Empat Lawang. Debit sungai meningkat dan tingginya hampir sama dengan jembatan," kata Muhsin (52), warga setempat, seperti diberitakan Sumeks online (Grup JPNN).

Menurutnya, jembatan gantung tersebut akses penghubung warga sekitar menuju ke kebun. Dan akibat putusnya jembatan, membuat aktivitas warga menuju ke kebun terhenti sementara. Bahkan mereka khawatir untuk menyeberangi sungai menggunakan sampan karena arus sungai dan debit cukup tinggi.

BACA JUGA: Makassar Darurat Geng Motor

Sementara itu putusnya jembatan gaantung di Desa Kembang Tanjung mendapat perhatian khusus dari Bupati Mura, H Ridwan Mukti. Orang nomor satu di Bumi Lan Serasan Sekantenan itu mengaku sudah menurunkan tim terpadu melibatkan pihak Kecamatan dan PNPM setempat.

RM mengatakan jembatan yang putus akan segera diperbaiki pihaknya dengan menggunakan dana tanggap darurat bencana. "Putusnya jembatan bagian dari bencana karena akibat diterjang banjir. Dan dana itu tidak boleh melebihi dari seratus juta," pungkasnya. (wek)

BACA JUGA: Caleg Hanura, PAN dan PKPI Dicoret

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pileg, Jam Besuk Rutan Diliburkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler