Jenazah Grame Thomas Korban Penembakan KKB di Freeport Dibawa ke Jakarta

Selasa, 31 Maret 2020 – 22:34 WIB
Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw melihat arah tembakan oleh KKB yang mengenai kaca lantai satu perkantoran PTFI di Kuala Kencana, Selasa (31/3/2020). Foto: ANTARA/Evarianus Supar

jpnn.com, TIMIKA - Jenazah Grame Thomas Wall, warga negara Selandia Baru yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kompleks perkantoran PTFI Kuala Kencana telah diterbangkan ke Jakarta pada Selasa siang.

"Sudah dievakuasi ke Jakarta. Nanti di sana akan dilakukan otopsi dan selanjutnya dibawa ke negara asalnya di Selandia Baru," kata Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw di Kuala Kencana, Selasa.

BACA JUGA: Kantor Freeport Diserang KKB, Satu Orang Pekerja WNA Tewas

Pada Selasa siang Kapolda Papua bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Binda) Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon tiba di Timika dan langsung meninjau perkantoran PTFI di Kuala Kencana yang menjadi sasaran penyerangan (penembakan dengan menggunakan senjata api) oleh KKB.

Kapolda Papua bersama rombongan harus mencarter pesawat dari Jayapura ke Timika lantaran sejak Kamis (26/3), Pemprov Papua menerbitkan instruksi pembatasan penerbangan penumpang di seluruh Provinsi Papua guna mencegah penularan COVID-19.

BACA JUGA: Oknum Kepala Desa dan Anaknya Jadi Tersangka Pembunuhan Sadis, Lihat Tampangnya

Usai mengecek lokasi penembakan di kompleks perkantoran PTFI Kuala Kencana, Kapolda Papua menyebut ada beberapa petunjuk yang ditemukan di sekitar lokasi penembakan, termasuk jejak kaki para pelaku.

"Sementara ini petunjuk saja di sekitar Kantor OB (Office Building) I yang mengarah ke korban yang meninggal yaitu Mr Grame. Saya melihat jarak tembak antara pelaku dengan korban memang efektif. Kami juga menemukan jejak kaki pelaku di sekitar situ," jelas Irjen Waterpauw.

BACA JUGA: Sempat Mencekam, Lokasi Penembakan Karyawan Freeport Sudah Kondusif

Mantan Kapolda Sumatera Utara itu memperkirakan para pelaku yang berjumlah lebih dari delapan orang yang membawa beberapa pucuk senjata api laras panjang terbagi dalam dua kelompok.

Satu kelompok menembak para korban (Grame Thomas Wall dan Jibril MA Bahar serta Yosephine) dari balik pepohonan hutan belantara yang berada di sisi kanan perkantoran PTFI Kuala Kencana.

Sementara kelompok yang lain menembaki perkantoran PTFI Kuala Kencana dari arah depan (utara), dengan posisi para penembak berada di sekitaran alun-alun Kuala Kencana.

Kapolda menduga para pelaku sudah terlebih dahulu masuk ke kawasan Kuala Kencana sebelum terjadi insiden penembakan itu.

"Mereka lebih dulu masuk ke sini. Bahkan Bapak Pangdam menduga sejak dari malam mereka sudah ada di posisi ini dengan memanfaatkan ruang dan keadaan alam itu sendiri. Perkiraan kami, lokasi ini memang sudah mereka gambarkan secara detil. Sepertinya mereka sudah sangat paham dengan wilayah ini dan sepertinya mereka sudah tahu arahnya untuk melakukan upaya efektif kepada siapa-siapa," kata Irjen Waterpauw.

Kapolda mengatakan jajarannya bersama TNI dan manajemen PTFI akan segera mengevaluasi pengamanan kompleks perkantoran PTFI Kuala Kencana dan tempat-tempat vital dan strategis lainnya di kawasan itu.

BACA JUGA: Duel Maut Rekan Kerja, Satu Terkapar tak Bernapas Lagi

Di sisi lain, katanya, tim gabungan Polri dibantu TNI tetap melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan di Kuala Kencana itu.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler