Jenazah Pebulu Tangkis Syabda Perkasa Belawa Dimakamkan di Sragen

Senin, 20 Maret 2023 – 18:54 WIB
Jenazah Syabda Perkasa Belawa dan ibunya, Anik Sulistyowati, disemayamkan di rumah neneknya di Dusun Ngroto, Kelurahan Sumberjo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin (20/3/2023). ANTARA/Aris Wasita

jpnn.com, SRAGEN - Isak tangis anggota keluarga pecah saat jenazah pebulu tangkis Syabda Perkasa Belawa tiba di rumah neneknya di Dusun Ngroto, Kelurahan Sumberjo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Jenazah Syabda dan ibunya, Anik Sulistyowati tiba di rumah neneknya sekitar pukul 17.00 WIB, Senin.

BACA JUGA: Duka PBSI Atas Meninggalnya Syabda Perkasa Belawa

Keduanya dibawa dengan dua ambulans yang berbeda.

Kedua jenazah ibu dan anak ini sempat disemayamkan sekitar beberapa menit untuk memberikan kesempatan kepada kerabat menunaikan shalat jenazah.

BACA JUGA: Bulu Tangkis Indonesia Berduka, Syabda Perkasa Belawa Meninggal Dunia

Seusai disemayamkan, keduanya dimakamkan di TPU Karaban yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka.

Sebelumnya, Syabda bersama kedua orang tua dan dua saudaranya melakukan perjalanan pulang dari rumahnya di Bekasi menuju Sragen untuk menghadiri pemakaman neneknya yang meninggal pada Minggu (19/3) malam.

BACA JUGA: Jokowi Ingin Sosok Ini yang Jadi Menpora

Namun, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan lalu lintas di KM 314A Tol Pemalang, Senin, pukul 03.40 WIB.

Akibatnya, Syabda dan ibunya meninggal dunia, sedangkan ayah dan dua saudaranya mengalami luka-luka.

Syabda tercatat sebagai salah seorang pebulu tangkis Pelatnas Cipayung.

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesi (PP PBSI) terpukul dengan berpulang atlet muda tersebut.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Kami keluarga besar PP PBSI, insan bulutangkis, dan para pecinta bulu tangkis tentu merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Syabda, pemain yang memiliki talenta besar dan tangguh," ucap Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Atlet kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001 itu meninggal dunia setelah kendaraan yang dikemudikan sang ayah, Muanis Hadi Sutamto, menabrak kendaraan lain dari belakang saat melaju di tol. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Oknum Polisi Calo Bintara Akhirnya Dipecat


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler