Jenderal Andika Perkasa: Jangan Sewenang-wenang Membagi Begitu Saja Sama Rata

Senin, 30 Maret 2020 – 05:34 WIB
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan video telekonferensi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menhan Prabowo Subianto di Mabes AD, Jumat (27/3/ 2020). Foto: ANTARA/ HO

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memerintahkan jajarannya agar menginventarisir dengan baik logistik dan alat pelindung diri (APD) medis untuk 68 Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) yang pengadaannya oleh Kementerian Pertahanan.

"Jangan sewenang-wenang membagi begitu saja sama rata. Enggak boleh," kata Andika berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (29/3).

BACA JUGA: Ada Pejabat Meninggal, Jenazah Dikubur pakai Prosedur Korban Corona

Andika mengatakan semua logistik dan APD harus dapat dikelola supaya jangan sampai terjadi kebocoran distribusi karena ada yang tidak disiplin dalam pengalokasian APD dan logistik tersebut.

“Dua puluh ton APD yang kita terima, jangan sampai 68 Rumah Sakit TNI AD (RSAD) tidak dialokasikan. Logistik yang sudah kita punya, harus dapat dikelola. Jangan sampai ada yang menimbun untuk diri sendiri, inventarisir semua yang ada,” ucap KSAD menegaskan.

BACA JUGA: Update Corona 29 Maret 2020: Daftar 18 Daerah Zona Merah di Jatim

Jenderal Andika juga memberikan kewenangan kepada Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto dalam penggunaan dana Badan Layanan Umum (BLU) untuk pengadaan suplai serta peralatan yang dibutuhkan dalam menghadapi wabah virus corona, COVID-19.

"Saya memberikan kewenangan kepada RSPAD untuk menggunakan dana BLU dalam pengadaan suplai serta peralatan yang dibutuhkan dalam menghadapi COVID-19,” ujar Andika.

BACA JUGA: Inilah Materi Pembicaraan Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota Arab Saudi

Dalam video telekonferensi yang berlangsung Jumat (27/3) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa ikut memantau pengadaan cepat laboratorium rapid test dan perlengkapannya, pelatihan petugas medis untuk menggunakan ventilator dan mensinkronkan komunikasi dari pusat (RSPAD) ke 68 Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD).

Andika mengatakan sinkronisasi komunikasi tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan, baik dalam komunikasi maupun pergerakan petugas medis, dalam penanganan dan pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19.

"Kalau ada yang ragu untuk mensinkronkan komunikasi dari 68 RSAD kepada RSPAD, lapor saya," tukas KSAD. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler