Jenderal Andika Temukan Kejanggalan Kasus Penyerangan Gome, Lalu Minta Ini

Jumat, 18 Maret 2022 – 22:15 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga kehadirannya di Rapim TNI-Polri diwakili Kasal Laksamana Yudo Margono. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merasa komandan kompi (Danki) penjaga Pos Koramil Gome, Papua tidak menyampaikan kronologi utuh terkait peristiwa tewasnya tiga prajurit di lokasi yang sama pada 27 Januari 2022.

Hal itu dikatakan Andika saat menggelar pertemuan rutin dengan tim hukum TNI.

BACA JUGA: Jenderal Andika: Kepada Semuanya, Pengajar Nanti Tidak Hanya Militer Aktif

Tiga prajurit TNI dinyatakan tewas setelah KKB menyerang Distrik Gome di Kabupaten Puncak, Papua pada 27 Januari lalu

"Jadi, yang terjadi bukan yang dilaporkan dan yang terjadi sebenarnya disembunyikan oleh danki dari komandan batalion," kata Jenderal Andika dalam video yang diunggah di akun YouTube milik Jenderal TNI Andika Perkasa, Jumat (18/3).

BACA JUGA: Danjen Kopassus: Kami Menunggu Petunjuk Panglima TNI

Mantan Pangkostrad itu melihat ada penggelaran di tempat yang tidak diperhitungkan dan disepelekan oleh danki penjaga Pos Koramil Gome demi mencari tambahan uang.

Ujungnya terjadi peristiwa serangan di Pos Koramil Gome oleh KKB dan mengakibatkan tiga prajurit TNI tewas.

BACA JUGA: Jenderal Andika: Jangan Lupa, Mereka yang Bukan Putra dan Putri TNI Boleh Masuk

"Jadi, saya ingin ada proses hukum terhadap danki ini atau komandan kompi. Dituntaskan, supaya jadi pembelajaran juga," beber Andika.

Sebelumnya, terjadi dua kali serangan oleh KKB Papua di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis (27/1).

Tiga prajurit yang tewas, yakni Sertu Anumerta Mochamad Rizal Maulana Arifin, Praka Anumerta Tumpal Halomoan Baraza, dan Praka Anumerta Rahman Tomilawa

Serangan pertama menewaskan Rizal akibat tertembak di bagian pinggang dan Baraza tertembak di perut bagian bawah.

Serangan kedua mengakibatkan Pratu Rahman tertembak. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Berita Terpopuler: Heboh Perempuan Berjilbab Menikah di Gereja, MUI Merespons, Ada Kebijakan Baru?


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler