Jenderal Dudung, Pesan dari Presiden Jokowi, dan 'TNI Amat Dinanti'

Senin, 16 Januari 2023 – 21:50 WIB
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman saat menghadiri rapat kerja di Komisi I DPR pada 6 Juni 2022. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com - Hasil jajak pendapat sejumlah lembaga survei pada 2022 menempatkan Tentara Nasional Indonesia atau TNI sebagai institusi yang paling dipercaya rakyat. Pendekatan kepada rakyat menjadi kuncinya.

============= 

BACA JUGA: Jenderal Dudung Beri Perintah Ini kepada Seluruh Prajurit TNI AD, Simak Kalimatnya

KSAD Jenderal Dudung Abdurahman tampak bungah saat menjamu para pemimpin redaksi dari berbagi media massa di  kantornya pada Jumat pekan lalu (13/1).

Abiturien Akmil 1988 itu memperlihatkan kebanggaannya atas berbagai hasil survei tentang tingkat kepercayaan publik terhadap TNI.

BACA JUGA: Menantu Luhut, Maruli Simanjuntak Jabat Pangkostrad

“Kepercayaan terhadap TNI di atas 90 persen,” ujarnya.

Menurut Jenderal Dudung, hal itu jelas membawa dampak langsung terhadap citra jajarannya di masyarakat.

BACA JUGA: Mayjen Maruli Simanjuntak Pelepas Dahaga Rakyat Bali, NTB Hingga NTT

“Citra TNI AD makin baik di mata publik,” ucapnya.

Tentara yang berulang tahun setiap 19 November itu lantas mengenang perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ada pesan yang selalu diingat Jenderal Dudung saat Presiden Jokowi menunjuk mantan loper koran itu menjadi KSAD.

“Pak Jokowi memberikan tugas penting kepada saya, ‘Pak Dudung, sejahterakan masyarakat dan sejahterakan prajurit,” ucapnya menukil pesan Presiden Ketujuh RI itu.

Sejak 2020, TNI AD gencar turun ke tengah-tengah masyarakat. Pandemi Covid-19 juga menjadi momen penting bagi TNI AD untuk makin mendekati rakyat.

“TNI AD turun gunung kepada warga yang terdampak pandemi,” tuturnya.

Perkembangan global juga memperlihatkan adanya ancaman krisis pangan. Dudung menjelaskan krisis pangan mengancam banyak negara.

Oleh karena itu, TNI AD ikut bertani. “TNI AD menggarap lahan kosong, menanam, hasilnya untuk masyarakat,” ujarnya.

Salah satu yang yang juga menjadi kebanggaan Dudung adalah kiprah TNI AD menyediakan air bersih untuk masyarakat. Kegiatan itu dinamai Program TNI AD Manunggal Air.

Dudung menyebut sosok penting yang menggagas program itu. “Pelopornya Pak Maruli sejak masih Pangdam Udayana,” ucap Dudung.

Maruli yang dimaksud Dudung ialah Panglima Kostrad Letjen Maruli Simanjuntak. Saat memimpin Kodam Udayana, alumnus Akmil 1992 itu mengerahkan anak buahnya blusukan di hutan dan pegunungan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara demi mencari sumber-sumber air bersih.

Tidak hanya mencari sumber air, personel Kodam Udayana juga melakukan pipanisasi untuk mengalirkan air bersih kepada warga.

“Sampai ada kepala daerah di NTT bilang, ‘sejak negara ini ada, baru kali ini di daerah ini ada air’,” ucap Dudung mengutip pernyataan seorang bupati tersebut.

Ikhtiar TNI AD mencari sumber air bukan hanya untuk membantu warga memenuhi kebutuhan harian, seperti minum, mandi, maupun mencuci. Air itu juga untuk mengairi lahan pertanian.

Dudung menjelaskan ketersediaan air tersebut mengangkat produktivitas lahan pertanian. “Beberapa daerah bisa panen tiga kali, dahulu cuma sekali atau dua kali,” katanya.

TNI AD juga bergerak di lapangan untuk menekan angka stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan kekurangan gizi.

Untuk itu, TNI AD bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Targetnya ialah menurunkan angka stunting di bawah 14 persen pada 2024,” uraian Dudung.

Tentara yang akan memasuki purnatugas pada November 2023 itu juga memerintahkan para bintara pembina desa atau babinsa di tingkat komando rayon militer (koramil) mengetahui persoalan warga.

Dudung meminta para babinsa tidak segan-segan mendatangi warga yang kesusahan.

“Babinsa masuk dapur rakyat, harus tahu rumah warga yang bocor, enggak bisa makan,” katanya.

Dudung mengatakan rakyat tidak boleh dibiarkan kelaparan.

“Jangan sampai masyarakat lapar, nanti malah menimbulkan amarah,” ucapnya.

Oleh karena itu, Dudung berpesan kepada jajarannya.

“Saya sampaikan ke prajurit, cintai rakyat, pasti kalian dicintai rakyat,” katanya.

Anggota Dewan Pers Totok Suryanto yang hadir pada pertemuan itu pun menilai pernyataan Dudung bukan hal mengada-ada.

Wartawan senior yang lama meliput TNI itu mengaku pernah menghubungi saudaranya yang juga tentara.

“Pernah telepon, saudara saya ini sedang ditugaskan Jenderal Maruli mengurus air,” ucap Totok.

Awalnya Totok heran karena saudaranya yang bertugas di TNI AD tiba-tiba mengurus air.

“Ternyata mengurus air minum,” ucap ketua Komisi Hubungan Antarlembaga dan Luar Negeri Dewan Pers itu.

Totok pun mengharapkan TNI AD mampu mempertahankan citra baik di masyarakat. Dia lantas berkelakar soal kepanjangan TNI AD.

“TNI AD itu TNI Amat Dinanti,” ujar Totok.(JPNN.com)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jenderal Dudung: Jangan Sampai Lengah, Terutama di Pos-Pos Militer


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler